Lorenzo meyakini bahwa dirinya sudah memenangi balapan paling seru dalam sejarah dalam keberhasilannya mengunci gelar juara dunia MotoGP 2015 di Valencia.
Titel diamankan Lorenzo berkat keunggulan lima poin dari rekan setimnya di Movistar Yamaha, Rossi, yang finis keempat di balapan pamungkas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setidaknya itu merupakan balapan paling seru dalam 30 tahun terakhir, mungkin dalam sejarah, dan saya ada di dalamnya... dan saya juara," sebutnya.
"Kalau tubuh saya mampu, saya ingin terus melaju sampai berumur 36 atau 38 tahun," lanjut Lorenzo.
Keberhasilan Lorenzo juara di Valencia tidak lepas dari hukuman buat Rossi, yang harus start dari posisi belakang akibat insidennya dengan Marquez dari Repsol Honda dalam balapan sebelumnya di MotoGP Malaysia.
Mengingat kembali insiden di Sepang tersebut, Lorenzo mengaku tidak tahu persis kenapa Rossi bisa terlibat insiden semacam itu.
"Saya masuk garasi dan para mekanik menjelaskan apa yang sudah terjadi. 20 menit kemudian saya melihat insidennya dan saya pikir itu merupakan tindakan keras yang jelas," ucap Lorenzo.
"Saya belum pernah melihat yang semacam itu. Cuma Valentino yang tahu (kenapa ia melakukannya) tapi gambar yang ada sudah bicara sendiri. Itu tak bisa dibenarkan--saya takkan pernah melakukan hal serupa," tuturnya.
(krs/krs)











































