Stoner pensiun dini dari ajang balap motor paling prestisius itu di akhir musim 2012 saat usianya baru 27 tahun. Pebalap Australia itu mengoleksi dua titel juara dunia; satu bersama Ducati di 2007 dan Honda di 2011.
Marquez menggantikan Stoner di Honda dan langsung menjadi sensasi dengan meraih dua titel juara dunia berturut-turut di 2013 dan 2014. Sedangkan Stoner masih bersama tim pabrikan Jepang itu sebelum kembali ke Ducati sebagai pebalap penguji dan brand ambassador mulai musim depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di Honda, aku hanya penguji di waktu-waktu tertentu aku tidak punya peran lain dan jujur saja, mereka tidak pernah memanfaatkan potensiku secara maksimal. Kupikir Marquez dan seluruh timya merasa terancam olehku. Aku tidak tahu mengapa mereka berpikir demikian, tapi perasaanku mengatakan begitu," lanjut Stoner.
"Aku berada di Honda untuk melakukan pengujian, untuk mencoba hal-hal baru yang kemudian bisa ditransfer ke para rider, jadi aku di sana justru membantu Marc. Tapi juga benar bahwa pebalap utama mesti dituruti."
Kendati demikian, Stoner menegaskan, hubungannya dengan Honda tetap terjalin dengan baik. "Aku tidak dendam dengan Honda," imbuh dia. "Aku punya respek yang besar kepada [wakil presiden Honda Shuhei] Nakamoto."
"Aku yakin hubungan kami tidak memburuk karena hal ini dan kami akan baik-baik saja."
(rin/krs)











































