Pebalap Honda Repsol ini membuka musim lalu dengan finis keenam di Losail, Qatar. Dalam balapan tersebut, Pedrosa mengalami cedera arm-pump, yang membutuhkan operasi sehingga dia pun terpaksa absen di Austin, Argentina, dan Jerez.
Comeback Pedrosa tidak berjalan sesuai harapan. Di Le Mans, Prancis Pedrosa gagal mendulang poin usai mengakhiri balapan di urutan ke-16. Meski begitu, perlahan Pedrosa bisa menemukan bentuk performanya setelah finis keempat di Mugello, tiga di Catalunya, delapan di Assen, sebelum menutup paruh pertama dengan runner-up di Sachsenring.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat aku memutuskan untuk ambil risiko dengan operasi ini dan menemukan dokter yang tepat dan menemukan waktu yang tepat, ini adalah titik balik dalam pikiranku untuk mengatasi situasinya," ungkap Pedrosa di Autosport. "Ketika aku kembali membalap, tidak mudah secara fisik atau dengan motornya."
"Aku cukup jauh dibandingkan dengan pebalap-pebalap terdepan. Aku mendapatkan sejumlah hasil yang buruk, lalu sedikit membaik, lalu kembali menjalani balapan yang buruk lagi. Ketika Anda berada di situasi seperti ini, energi dan usaha yang harus Anda lakukan untuk diri sendiri sangat besar."
"Anda tidak bisa memikirkan orang lain. Fokus saja pada diri sendiri dan mencoba mengatasinya karena tidak ada orang lain yang akan melakukannya untuk Anda," sambung tiga kali runner-up MotoGP itu.
"Aku memiliki tim di belakangku dan hal itu memperlihatkan bahwa kami melakukan pekerjaan yang bagus karena aku pada dasarnya kalah di enam balapan di awal dan aku bisa finis keempat di kejuaraan ini."
(rin/mfi)










































