Kemenpora terus berupaya agar kans Indonesia jadi tuan rumah MotoGP tetap terbuka. Ada beberapa hal yang akan dibahas Kemenpora saat bertemu Dorna pekan ini.
"Ya, direncanakan hari ini ya, atau meleset besok (bertemu dengan Dorna). Sebab, pekan ini adalah hari yang menentukan apakah lanjut atau tidaknya MotoGP, tapi Bapak Menteri (Imam Nahrawi) kan bilang sedapat mungkin MotoGP bisa dilakukan di Indonesia," kata Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto, Rabu (3/2/2016).
Menurutnya, ada beberapa hal pokok yang akan dibahas pada pertemuan dengan Dorna nanti. Pertama terkait batalnya sirkuit Sentul yang tidak bisa digunakan untuk MotoGP, ada kemungkinan opsi lokasi lain yang akan dijadikan venue seperti kawasan Gelora Bung Karno, atau Palembang, atau tempat lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejauh ini sih Dorna memberi respons yang cukup positif. Tapi itu harus dibuktikan pada pertemuan nanti, karena fungsinya kalau tidak positif mana mungkin mereka mau datang," jelasnya.
Baca juga:
Berapa Ongkos Menggelar MotoGP, dan Apa Benefitnya?
MotoGP di Indonesia: 2017 atau Kapan Lagi?
Meski begitu, Gatot mengatakan pihaknya akan berupaya keras untuk menyelesaikan persoalan MotoGP ini.
"Kami tidak santai-santai saja karena syaratnya cukup berat, harus ada sirkuit dan sebagainya. Ya, kami berharap hari ini atau besok sudah ada kepastian untuk kelanjutan MotoGP dari Dorna. Bila disetujui Dorna, pak Menteri harus melaporkannya kepada Presiden," pungkasnya.
(din/din)











































