detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Kamis, 04 Feb 2016 12:04 WIB

Indonesia yang Kian Akrab dengan MotoGP

Okdwitya Karina Sari - detikSport
Jakarta -

Biarpun belum sampai jadi pelaku utama, Indonesia sebenarnya semakin akrab untuk MotoGP. Harus diakui, Indonesia sungguh pasar yang luar biasa besar di dunia sepeda motor.

Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) pada 14 Oktober lalu merilis data tentang penjualan sepeda motor di Indonesia sepanjang tahun 2015, yang ditaksir mencapai 6,3 juta unit.

Walaupun turun 21% dari tahun sebelumnya (2014) – karena kondisi ekonomi nasional tahun lalu -- tapi Indonesia tetap merupakan pemain nomor tiga terbesar di dunia, dengan kapasitas produksi 9,6 juta unit (dan terpakai 65%). China masih nomor satu dengan 21 juta unit, India peringkat kedua dengan 15 juta unit terpasang.

Sebagai pasar yang luar biasa besar, Dorna Sport selaku event organizer MotoGP pun memberi kesempatan kepada Indonesia untuk menjadi salah satu tuan rumah balapan motor paling bergengsi itu. Dengan satu musim kompetisi terdiri dari 18 seri, MotoGP bisa menjadi salah satu "jendela" promosi keindonesiaan kepada dunia, untuk menarik wisatawan, investor, dan lain-lain.

Baca juga: Berapa Ongkos Menggelar MotoGP, dan Apa Benefitnya?

Yamaha, misalnya. Slogan berbahasa Indonesia, "Semakin di Depan", jadi sponsor dan mejeng di motor Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo sejak 2010, karena penjualan motor Yamaha di Indonesia sangat menyenangkan induknya di Jepang sana.



Pun dengan tim Repsol Honda yang lekat dengan kata "Satu Hati", yang merupakan slogan dari PT Astra Honda Motor (AHM), walaupun belakangan mereka menerjemahkannya menjadi "One Heart".



Perwakilan lain Indonesia untuk MotoGP adalah KYT. Helm buatan PT Tarakusuma Indah, yang pabriknya berlokasi di Lippo Cikarang, Jawa Barat, itu berhasil menembus dunia MotoGP. Dengan slogan 'world class helmet', KYT merekrut pebalap Suzuki Ecstar Aleix Espargaro, usai sempat menggandeng rider Ducati, Andrea Iannone.



Di tahun 2014 KYT bahkan mengakuisisi produsen helm Eropa bermerek Suomy, yang sudah lama terjun di arena balapan internasional termasuk MotoGP. Di musim ini Suomy menujuk Andrea Dovizioso sebagai ambassador.



"Kami selalu percaya dengan seorang pebalap, yang kami rasa menjadi seorang rising star dan kami mempercayai dia sebagai ambassador kami," ucap pemilik sekaligus CEO KYT, Henri Tedjakusuma, di Kuala Lumpur, Malaysia, akhir pekan kemarin.




Selain Espargaro, KYT juga bekerjasama dengan sejumlah pebalap lain di berbagai kelas. Mereka adalah Simone Corsi [Athina Forward/Moto2], Andrea Locatelli [Leopard Racing/Moto3], sedangkan Xavier Simeon [Gresini/Moto2] masih terikat kontrak sampai dua musim ke depan.



"Corsi adalah seorang polisi aktif di Italia, dia masih punya kartu keanggotaan. Jadi secara imej, KYT sangat membantu dalam mengkampanyekan keselamatan berkendara," kata Henri lagi.



"Locatelli adalah pebalap binaan Max Biaggi [eks pebalap MotoGP] dan dia ada di Leopard Racing, yang kemarin menjadi juara Moto3 [bersama Danny Kent].

Berita lain: Swasta-Pemerintah Bergandengan, Sentul Tegaskan Kesiapannya Jadi Venue MotoGP Indonesia

Indikator lain Indonesia makin akrab dengan dunia MotoGP adalah seringnya pebalap MotoGP mampir ke negara ini. Rossi, Lorenzo, Dani Pedrosa, Marc Marquez, Pol Espargaro, dan Nicky Hayden, adalah beberapa contoh biker yang menyambangi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Beberapa dari mereka bahkan sudah mondar-mandir datang ke Jakarta untuk menghibur penggemarnya. Pedrosa dan Marquez misalnya, minggu depan akan kembali menyapa fans Indonesia di Sirkuit Sentul – setelah minggu lalu Rossi muncul di Bali untuk memperkenalkan motor barunya.

Jangan lupa, setiap kali mereka singgah ke Indonesia, mereka akan berkicau di media sosialnya, yang memiliki begitu banyak follower.








Jadi, inikah saatnya Indonesia menjadi tuan rumah MotoGP?

(rin/a2s)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com