Misi dan Tantangan Baru Marc Marquez

Jelang MotoGP 2016

Misi dan Tantangan Baru Marc Marquez

Kris Fathoni W - Sport
Jumat, 11 Mar 2016 10:21 WIB
Misi dan Tantangan Baru Marc Marquez
Getty Images/Mirco Lazzari gp
Jakarta -

MotoGP 2016 akan disongsong Marc Marquez tidak lagi dengan status debutan atau juara bertahan--sebuah hal baru untuknya sejak terjun ke kelas primer.

Marquez tampil di MotoGP pada 2013. Berstatus rookie alias debutan, rider Spanyol itu langsung menghentak dan menyudahi musim sebagai kampiun berkat keunggulan empat poin dari Jorge Lorenzo. Saat itu Marquez memenangi enam dari 18 seri balapan--sepertiga musim, dengan empat di antaranya ia buat secara berturut-turut.

Di MotoGP 2014, status debutan Marquez sudah tanggal untuk digantikan predikat juara bertahan. Di musim tersebut Marquez meraih 13 kemenangan dari 18 seri balapan, termasuk 10 kemenangan beruntun. Marquez mempertahankan gelar juara dunia MotoGP berkat keunggulan 67 poin dari Valentino Rossi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada musim ketiga, MotoGP 2015, Marquez mendapati pengalaman baru. Sejumlah hasil tak memuaskan, secara khusus di paruh pertama musim itu, membuatnya tak kuasa bersaing memperebutkan gelar. Marquez memang mampu memenangi lima seri balapan tapi raihan 242 poin di akhir musim cuma menempatkannya di bawah Rossi dan Lorenzo yang jadi juara.

Itu mengapa MotoGP 2016 saat ini akan memberi tantangan baru buat Marquez, ketika ia menyongsong musim MotoGP dengan predikat yang belum pernah ia sandang sebelumnya; bukan lagi debutan atau juara bertahan, melainkan "cuma" salah satu penantang. Misinya tentu membuktikan ia adalah penantang serius di jajaran atas.

Mengenai performa teknis di lintasan, adaptasi Marquez dengan Unit Kontrol Elektronik (ECU) baru dan kombinasi ban terlihat belum mulus-mulus amat. Ia pun mengaku sebuah kesalahan kecil kali ini bisa berdampak jauh lebih besar dari musim-musim sebelumnya.

"Tahun lalu atau dua tahun lalu jika pada hari Minggu ada perasaan bahwa pengaturan motornya keliru, saya masih bisa mengatakan dapat finis di posisi empat atau lima. Saya pikir akan beda tahun ini. Hal itu bisa saja membuat saya finis di posisi delapan, sembilan, atau 10 karena sedemikian banyak rider (dengan persaingan lebih ketat)," ucap Marquez di BSN.

Selain itu tantangan lain yang harus dihadapi Marquez adalah perkara psikologis, yakni bagaimana ia beranjak dari insiden kontroversial dengan Rossi musim lalu yang secara tidak langsung melibatkan Lorenzo--yang sedang bersaing dengan Rossi. Sebelum ini Rossi menyebut hubungannya dengan Marquez sulit untuk jadi biasa lagi.

[Baca juga: Rossi Sebut Relasinya dengan Marquez Takkan Bisa Pulih Lagi]

Marquez akan mulai memberi jawaban dan pembuktian pada 20 Maret mendatang ketika MotoGP 2016 mulai bergulir di Losail, Qatar, tempat rider Repsol Honda itu finis di posisi tiga, satu, dan lima secara berurutan dalam tiga penampilannya di kelas primer.

(krs/raw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads