Pada balapan pembuka di Qatar, akhir pekan lalu, pebalap Movistar Yamaha itu start dari baris kedua dan gagal naik podium setelah hanya finis keempat. Rossi tertinggal 2,387 detik dari pemenang lomba sekaligus rekan setimnya Jorge Lorenzo.
Lorenzo dan Marc Marquez [Honda Repsol] masih akan menjadi rival utama Rossi. Namun, duo Ducati Andrea Dovizioso dan Andra Iannone berpotensi besar masuk dalam persaingan gelar. Rossi pun mengakuinya seusai balapan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kegagalan Rossi mencapai ambisi gelar juara dunia ke-10 terjadi menjelang akhir kompetisi. Dimulai dari seri Phillip Island, Australia yang berlanjut ke insiden Sepang, dan berakhir dengan hukuman start di urutan paling belakang di Valencia.
Di 2016, Pernat, mengira Rossi masih harus menunda ambisinya meraih gelar ke-10. "Rossi mendapat sedikit keuntungan, finis keempat saat Iannone jatuh [di Qatar]," kata Pernat kepada Gpone.com.
"Saya pikir ini akan menjadi musim yang sulit dibandingkan 2015, meskipun dia mengklaim bahwa dirinya amat termotivasi dan tangguh. Musim lalu situasinya berbeda, di musim ini saya takut akan berat untuk dia tapi saya yakin dia akan memperlihatkan penampilan sesuai nilai dia," tambah pria yang memanajeri Iannone itu.
(rin/din)











































