Scott Redding mengalami insiden pecah ban di Autodromo Termas de Rio Hondo akhir pekan lalu. Ini merupakan insiden kedua terkait ban, setelah yang terjadi pada Loris Baz dalam tes di Sepang.
"Itu merupakan sebuah situasi yang sulit dengan Michelin karena kami tidak tahu ban apa yang akan mereka berikan ke kami buat Austin, sebuah sirkuit yang umumnya membutuhkan ban lebih lunak daripada di sini (Argentina)," kata Lorenzo di Motorsport.com.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada dugaan bahwa insiden terkait ban itu berhubungan dengan postur Baz dan Redding yang termasuk dua rider paling tinggi di lintasan; Baz (1,91 m) dan Redding (1,85 m). Michelin sendiri menyebut insiden dengan Baz dikarenakan tekanan ban.
"Tak ada yang tahu persis apa yang sudah terjad; apakah karena bannya Baz bocor, seperti yang dikatakan banyak orang, atau tekanannya. Ada yang bilang tekanannya cukup wajar. Tapi saya pikir seorang rider dengan berat badan 100 kilogram atau menggunakan tekanan ban separuh (dari normal) akan mengalami hal-hal seperti itu," sebut Lorenzo.
Lorenzo belum pernah naik podium teratas di Austin sejak balapan itu dihelat dari 2013. Finis ketiga pada balapan pertama di Austin, rider Movistar Yamaha itu kemudian secara berurutan finis di posisi 10 dan empat. MotoGP Austin sendiri senantiasa menghadirkan Marc Marquez (Repsol Honda) sebagai pemenang di ketiga balapan sejauh ini.
[Baca juga: Menuju 'Sirkuitnya Marquez' Usai Serunya Argentina]
(krs/mfi)











































