Sejak MotoGP Austin dihelat, pada 2013, Marquez tidak pernah absen dari podium teratas. Ia bahkan rutin meraih pole pada ketiga balapan, sekaligus membukukan fastest lap pada dua di antaranya.
[Baca juga: Menuju 'Sirkuitnya Marquez' Usai Serunya Argentina]
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Statistik apik dari rider Repsol Honda tersebut tidak ayal membuatnya jadi salah satu rider yang harus amat diperhitungkan dalam akhir pekan balapan kali ini.
Akan tetapi, menariknya, COTA sebenarnya merupakan sirkuit yang menuntut motor punya akselerasi bagus untuk bisa berjaya. Sebaliknya, akselerasi adalah titik lemah RC213V tunggangan Marquez tahun ini.
"Daya cengkeram di tikungan tidak terlalu buruk dibandingkan dengan motor-motor lain, tapi sepertinya kami tidak cukup cepat dan secara khusus pada gigi empat, lima, enam saya tak bisa mengikuti Suzuki, Yamaha, atau Ducati," ucap Marquez di Crash.net.
"Tetapi saya tahu Honda terus bekerja keras. Salah satu prioritas mereka adalah menjaga kecepatan maksimal dan akselerasi, jadi mereka sedang melakukan usaha besar dan sudah mulai membawa part-part baru. Jadi saya harap akan lebih baik di masa depan. Titik lemah kami adalah akselerasi, tapi kami juga punya titik-titik keungulan.
"Kita akan lihat apa yang terjadi, tapi kedua rider Ducati akan ada dalam persaingan karena tahun lalu (Andrea) Dovizioso amat cepat. Yamaha punya dua rider top, jadi mereka pun akan kompetitif, dan (Maverick) Vinales pun punya motor, tim, dan bakat untuk ikut terlibat. Jadi ini bakal jadi akhir pekan menarik dan kami juga akan berusaha untuk mengejar podium atau kemenangan," sebutnya.
(krs/mrp)











































