Pekan lalu Dovizioso mengalami kejadian yang sangat jarang diderita pebalap MotoGP lain. Menjelang garis finis saat berada di posisi kedua, dia diterjang oleh rekannya sendiri, Andrea Ianonne. Podium yang sudah di depan mata menguap begitu saja
Dovi mungkin tak menyangka kalau sepekan berselang dia harus mengalami kejadian yang serupa. Di MotoGP Austin, Senin (11/4/2016) dinihari tadi rider asal Italia itu kembali crash sebagai akibat dari kecelakaan yang dialami pebalap lain. Kali ini pelakunya adalah Dani Pedrosa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai kejadian itu Pedrosa langsung mendatangi Dovizioso. Dari bahasa tubuhnya Pedrosa terlihat merasa tidak enak dan mengutarakan permintaan maaf.
Permintaan maaf itu diulangi lagi Pedrosa saat dia sudah kembali ke garasi. Pebalap asal Spanyol itu mendatangi langsung garasi Dovizioso dan berbicang singkat dengannya serta bersalaman dengan beberapa mekanik Ducati.
"Saya kenal Dani sejak lama. Dani bukan tipe pebalap yang umumnya suka mengambil risiko besar. Semua pebalap berada di batasannya. Kesalahan bisa saja terjadi. Tapi aksi Dani bukan kamikaze, selalu mencoba menyerang Anda setiap melakukan pengereman," ucap Dovi mencoba memaklumi apa yang dialami Pedrosa meski itu berakibat buruk juga padanya.
"Saat seseorang membuat kesalahan dan itu berbuntut masalah bagi pebalap lain, itu merupakan hal yang buruk. Tapi ini kondisi yang berbeda dibanding dengan Argentina," lanjutnya dikutip dari Crash.
Pada insiden di Argentina, Iannone dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman mundur tiga grid dari posisi start. Belum diketahui apakah akan dilakukan penyelidikan atas kejadian yang melibatkan Pedrosa, yang membuat dia terancam dapat penalti juga.
(din/raw)











































