Di awal masa adaptasi dengan unit kontrol elektronik Magneti Marelli, Honda terlihat kesulitan. Pun begitu dengan pengaturan motor di latihan Qatar pada awal musim.
Akan tetapi, pada prosesnya Marquez justru mampu finis ketiga di Qatar yang dilanjutkan dengan kemenangan di Argentina dan AS, membuat rider Repsol Honda itu kini memuncaki klasemen sementara dengan keunggulan 21 poin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami terus membuat peningkatan selangkah demi selangkah. (Di Austin) Kami sudah memoles start, elektronik saat start, jadi ketika start kami lebih baik daripada yang lainnya. Kami juga membuat sedikit peningkatan pada engine braking, kami menemukan sesuatu usai Argentina jadi kami membuat peningkatan selangkah demi selangkah.
"Oke, ada kemungkinan untuk menuju arah yang salah tapi saya harap sekarang kami ada di jalur yang tepat dan kami harus mengikuti arah ini dan berusaha terus bekerja dengan cara serupa," tuturnya.
Marquez meyakini perbedaan situasi Honda saat ini dengan awal tes lalu tidak bisa lebih besar lagi, tapi menyadari masih perlu banyak kerja keras untuk menghadapi ancaman konstan dari Yamaha dan Ducati.
"Saya ingat perasaan di Malaysia saat menggeber 100% pada hari pertama (tes pramusim) dan saya ketika itu lebih lambat 1,5 detik per putaran daripada Jorge (Lorenzo)," ujar Marquez.
"Perasaan saat itu amat bikin frustrasi. Tapi saya pikir kuncirnya adalah selalu percaya pada Honda, pada tim saya. Mereka sudah bekerja keras. Mereka masih terus melakukannya karena level penampilan kami belum 100%," tuturnya.
(krs/rqi)











































