Di Assen lalu podium teratas bukan jadi milik trio penguasa posisi-posisi teratas klasemen; Marc Marquez (Repsol Honda), dan Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi (Movistar Yamaha). Pemenangnya adalah Jack Miller dari Estrella Galicia 0,0 Marc VDS.
Miller baru menjalani musim keduanya di MotoGP. Musim lalu kiprah rider 21 tahun itu mendapat sorotan mengingat ia tampil di kelas primer tanpa melewati jenjang Moto2 seperti halnya rute rider lain--ia "lompat kelas" dari Moto3.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua pekan setelah Assen balapan dilanjutkan lagi di Sachsenring dalam MotoGP Belanda, seri ke-9 dari 18 balapan musim ini. Terlepas dari kejutan di Assen lalu, perhatian akan kembali terpusat pada tiga rider teratas.
Marquez secara khusus akan menjadi sosok yang harus dikalahkan, bukan cuma karena ia pemuncak klasemen sementara melainkan juga rekam jejaknya di Sachsenring; di tiga musim terakhir Marquez meraih pole, menang balapan, dan mencatat fastest lap di sana.
Saat ini Marquez menjadi satu-satunya di tiga rider teratas yang secara konsisten meraih angka di setiap seri. Ia juga memperlihatkan sudah tumbuh sebagai rider dengan tidak ngotot saat menghadapi kondisi Assen dan fokus finis kedua.
Kondisi tak mudah di Assen juga sampai membuat Lorenzo harus rela finis di posisi 10, yang membuatnya menyongsong Sachsenring dengan 121 poin alias tertinggal 24 angka dari Marquez.
Untuk mengejar, Lorenzo tentu butuh hasil oke di Sachsenring. Sejauh ini pencapaian terbaiknya di kelas primer pada MotoGP Jerman adalah lima finis podium, empat posisi kedua, tapi belum satu pun kemenangan.
"Sachsenring menjadi satu dari lima sirkuit di kalender balapan saat ini yang belum pernah dimenangi Lorenzo," catat MotoGP.com.
Sementara itu Rossi malah gagal menambah angka di Assen lalu, yang jadi DNF ketiganya musim ini setelah di Austin dan Mugello. Ia terpaku pada raihan 103 poin, 42 poin di belakang Marquez dan 18 angka di belakang Lorenzo.
Jarak itu tidak akan bisa dengan mudah dipangkas, tapi juga tidaklah mustahil. MotoGP.com menyebut bahwa di tahun 1998 silam Mick Doohan tetap bisa meraih titel meskipun punya tiga DNF.
Dani Pedrosa, rekan setim Marquez, juga niscaya ingin buru-buru melupakan Assen yang menghadirkan posisi finis terburuknya musim ini--peringkat 12, tentu mengecualikan DNF di Austin saat ia tidak finis. Pedrosa butuh untuk merespons mengingat ia kini menempati posisi empat klasemen dengan 86 poin dan cuma unggul tujuh angka saja dari rider Suzuki Ecstar Maveric Vinales di posisi lima.
Sedangkan dua rider tim Ducati, Andrea Iannone dan Andrea Dovizioso, akan kembali berusaha memberi pembuktian setelah awal musim ini timnya digadang-gadang bakal jauh lebih kompetitif. Di Assen, Iannone finis kelima dan Dovizioso gagal finis meski start dengan oke. Pencapaian terbaik Ducati musim ini adalah podium kedua Dovizioso di Losail, dan sepasang finis ketiga Iannone di Austin dan Mugello.
(krs/fem)










































