Rossi: Cuaca Akan Jadi Tantangan Terbesar Yamaha

Rossi: Cuaca Akan Jadi Tantangan Terbesar Yamaha

Rifqi Ardita Widianto - Sport
Minggu, 17 Jul 2016 05:15 WIB
Rossi: Cuaca Akan Jadi Tantangan Terbesar Yamaha
Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp
Sachsenring - Ada kekhawatiran besar dalam diri Valentino Rossi. Rider Movistar Yamaha itu cemas menanti bagaimana cuaca saat balapan MotoGP Jerman berlangsung nanti.

Rossi sebenarnya berada di posisi start yang bagus yakni di baris terdepan. Dia berada di urutan ketiga usai menuntaskan sesi kualifikasi di sirkuit Sachsenring, Sabtu (16/7/2016) malam WIB.

Namun ada kekhawatiran besar menatap balapan yakni terkait cuaca. Yamaha terbukti kesulitan dalam temperatur rendah, seperti yang terjadi di sesi latihan bebas kedua, Jumat (15/7) kemarin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika itu tak satupun penunggang motor bermesin Yamaha menempati 10 besar pebalap tercepat. Temperatur trek sendiri tercatat berada di angka 19 derajat celcius waktu itu.

Meningkatknya temperatur di sesi kualifikasi, utamanya kualifikasi kedua di mana temperatur trek di angka 40 derajat celcius, membantu Rossi mendapatkan laju lebih baik. Meski terhambat oleh kerumunan pebalap, dia masih bisa merebut posisi start ketiga.

Rossi menyebut Yamaha akan berada dalam situasi sulit jika temperatur saat balapan kembali drop. Sementara jika hujan, maka segala sesuatunya jauh lebih sulit diprediksi.

"Dalam kondisi normal, saya rasa kami cukup kompetitif, kami bisa menjalani balapan yang bagus. Tapi melihat sesi latihan, Marquez sedikit lebih cepat jadi rasanya ini akan sulit," ujar Rossi dikutip Motorsport.

"Tapi sekarang pertanyaan lebih besarnya untuk semua orang adalah cuaca. Karena semua orang mengatakan besok (Minggu) cuacanya akan mirip dengan kemarin (Jumat)."

"Dan sungguh, kalau temperaturnya sangat-sangat dingin, kami berada dalam masalah yang sungguh besar karena kami tidak akan mampu mengendalikan motor."

"Dan kalau trek basah, itu akan jadi pertanyaan besar untuk semua orang. Karena kami akan perlu memulai dari nol lagi dan kami tidak tahu apakah kami akan kompetitif atau tidak," imbuhnya. (raw/mfi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads