Seperti diberitakan sebelumnya, Rossi (Movistar Yamaha) menyebut bahwa penggunaan radio tim untuk berkomunikasi dengan kru bisa berimbas positif buat seorang rider dalam menerapkan strategi.
[Baca juga: Rossi: Penggunaan Radio Tim ala F1 di MotoGP Akan Bantu Rider]
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tak bisa membayangkan sedang melaju kencang, sekencang 200 mph (sekitar 321 kpj), dan seseorang bicara (kepada Anda). (Itu tak dibutuhkan) Kalau Anda sudah punya rencana bagus sebelum balapan," ucap Marquez seperti dikutip Motorsport.com.
"Kami sudah banyak bekerja keras mengantisipasi situasi-situasi semacam itu sejak 2013, setelah Australia," lanjutnya merujuk pada kejadian ketika ia didiskualifikasi akibat masuk pit di luar saat yang sudah ditentukan di Phillip Island.
Sementara itu Dovizioso yang membalap untuk Ducati mengakui ada untungnya memiliki radio tim. Namun, ia tetap lebih memilih MotoGP tidak menggunakannya.
"Mungkin akan jadi lebih mudah untuk mengatur segalanya dan juga bisa lebih baik dalam hal keamanan," kata Dovizioso.
"Jika kami bisa bicara saat membalap, pengambilan keputusan untuk strategi akan lebih baik. Tapi olahraga kami berbeda dengan F1 jadi saya pikir lebih baik tetap seperti sekarang," imbuhnya.
(krs/din)










































