Dua pebalap Ducati Andrea Iannone dan Andrea Dovizioso sesungguhnya memiliki kecepatan untuk bersaing dengan Repsol Honda dan Movistar Yamaha. Akan tetapi, Ducati sama sekali belum mampu membawa kemenangan.
Iannone dua kali naik podium di Texas dan Mugello, namun sudah empat kali retired. Sedangkan Dovizoso finis runner-up di Losail dan ketiga di Sachsenring, tapi juga mencatatkan empat kali retired termasuk tiga kali beruntun di Austin, Jerez, dan Le Mans.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jelas, kami mengharapkan lebih," kata direktur olahraga Ducati Paolo Ciabatti kepada Motorsport.com. "Tapi di beberapa balapan, para pebalap kami dan motor kami kompetitif tapi untuk alasan tertentu kami tidak bisa menang, yang jadi target utama kami."
"Di Qatar, kami cepat tapi Iannone membuat sebuah kesalahan dan jatuh. Meskipun saya tidak berpikir bahwa kami bisa mengalahkan [Jorge] Lorenzo untuk menang."
"Di Argentina, semua orang melihat apa yang terjadi ketika kami punya kesempatan meraih dua podium dan di Italia saya pikir Iannone bisa saja bertarung untuk kemenangan kalau dia tidak melorot ke posisi 13 di tikungan kedua," sungut Ciabatti.
Kemenangan yang diidamkan Ducati bisa saja dicapai di Austria. Dalam uji coba Sirkuit Red Bull Ring, Ducati tampil menjanjikan.
(rin/raw)











































