Relasi Marquez dan Rossi mencapai titik terendah usai insiden MotoGP Sepang tahun lalu. Insiden itu mengakibatkan pebalap Movistar Yamaha tersebut kehilangan kans meraih titel juara dunia ke-10.
Di musim 2016, Marquez dan Rossi akhirnya bersalaman setelah balapan Catalunya, yang diiringi kematian pebalap Moto2 Luis Salom. Publik lantas bertanya-tanya mengenai "perkembangan" hubungan mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku tidak akan membicarakan tentang hal itu dan aku tidak peduli apa yang Valentino pikirkan atau katakan. Aku sangat tahu dengan setiap tindakan yang kulakukan," komentar rider Repsol Honda ini mengenai duelnya dengan Rossi di Silverstone.
Marquez kemudian mendapat pertanyaan lain pada sesi wawancara dengan Onda Cero, mengenai hubungannya dengan Rossi.
"Hal yang penting adalah dengan Valentino ada hubungan yang hangat, profesional di antara kami berdua, dan itu bagus untuk balap motor," ungkap Marquez yang dikutip Motorsport.com.
"Di konferensi pers tensinya tidak sebesar dulu. Sekarang kami saling menyapa, bersalaman, dan kemudian di atas lintasan, kalau Anda harus bertarung, Anda bertarung, dengan dia atau pebalap lainnya," imbuh dia.
Marquez menuju titel juara dunia MotoGP yang ketiga setelah memimpin klasemen sementara. Saat ini, pebalap Spanyol berusia 23 tahun itu mengoleksi 210 poin, unggul 50 poin dari Rossi dengan kompetisi menyisakan enam balapan saja. (rin/raw)











































