Terbantu oleh jatuhnya Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo, Marquez pada akhir pekan lalu meraih titel juara dunia MotoGP musim 2016. Dia meraihnya saat balapan masih menyisakan tiga seri lagi.
Meski sudah cukup lama memuncaki klasemen pebalap, Marquez menyebut kalau dia sebenarnya mempersiapkan pertarungan sampai seri terakhir di Valencia. Pebalap 23 tahun asal Spanyol itu tak menyangka kalau titel juara dunia ternyata datang lebih cepat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika Anda katakan hal ini pada orang yang tidak mengikuti persaingan MotoGP tahun ini, dan kami menang dengan masih ada tiga balapan tersisa, maka mereka pikir ini adalah kemenangan yang mudah, padahal sebaliknya! Ini tahun yang berat, dengan momen-momen di mana saya tidak melihat diri saya sendiri akan bisa jadi juara, tapi kami mendapatkan poin dari satu balapan ke balapan. Tampil konsisten sementara kompetitor kami melakukan kesalahan," jelasnya lagi.
Setelah gagal mempertahankan gelar juara di 2015, Repsol Honda diprediksi akan menjalani periode yang sulit musim ini. Terlebih pada beberapa sesi ujicoba pramusim motor mereka kalah cepat dibanding Yamaha.
"Saya tahu kesalahan-kesalahan dibuat karena ada alasan; saat seorang pebalap mampu menjaga kecepatan dan memberi tekanan pada pebalap lain, itu memperbesar kemungkinan pebalap lain membuat kesalahan," ucap Marquez menyoal jatuhnya dua pesaing di Sirkuit Twin Ring Motegi. (din/roz)











































