Sirkuit di Jakabaring sedang disiapkan Sumsel untuk mengambil kesempatan Indonesia menghajat MotoGP 2018 dan 2019. Promotor MotoGP, Dorna, sempat memberi jatah tiga musim untuk MotoGP Indonesia, namun kans di 2017 dihilangkan karena dianggap tak ada sirkuit yang siap.
"Sirkuit ini nantinya ada di tengah kota (di komplek olahraga Jakabaring). Baru kita pakai kurang lebih 150 hektar. Atlet akan menginap di athlete village, makan bersama di dinig home, yang sanggup menampung 1.750 orang untuk makan sekaligus," papar Alex di sirkuit Sepang, Malaysia, akhir pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Alex, persyaratan menggelar MotoGP adalah lahan minimal 120 hektar milik sendiri. Yang kedua, kata Alex adalah aksesnya.
"Akses ke sana ada 4: jembatan lama dua, jembatan baru, LRT dan jalan tol," katanya.
Ia juga mencoba menggambar lebih rinci akses menuju sirkuit, termasuk adanya rencana jalan tol lintas sumatera.
"Dari Jakarta atau Bandung, misalnya, pakai mobil sendiri, setelah menyeberang Bakauheni, perjalanan 6 jam ke Jakabaring."
Mengenai pembiayaan, sirkuit tersebut diperkirakan membutuhkan dana Rp 500 miliar. Dan menurut Alex, dananya tidak akan dari negara melainkan murni investor swasta.
Karakter Sirkuit
Mengenai sirkuit, Alex sudah menyewa desainer kondang Hermann Tilke. Panjang lintasan adalah 4,3 kilometer dengan jumlah tikungan 14. Trek lurus terpanjang adalah 750 meter, sedangkan di start/finis 545 meter.
"Top speed bisa sampai 305 km/jam. Rata-rata 171 km/jam. Itu bisa lebih cepat lagi karena rata-rata kalau dia hitung realisasinya bisa lebih cepat. Karena motor makin tahun makin berkembang," ujar ketua umum Ikatan Motor Indonesia (IMI), Sadikin Aksa.
"Mungkin salah satu dari top three tercepat di dunia. Salah satunya 'kan Argentina ya, yang paling cepat itu," tambahnya.
Foto: - |












































Foto: -