Marquez meraih titel juara dunia MotoGP ketiga di tahun ini saat kompetisi masih menyisakan tiga balapan. Pebalap Repsol Honda itu tampil paling konsisten dibandingkan rival-rivalnya dan menutup dengan perolehan 298 poin, unggul 49 poin dari runner-up Valentino Rossi dan 65 poin dari Lorenzo di posisi ketiga.
Konsistensi Marquez itu berkaitan dengan gaya membalapnya yang berubah. Dalam beberapa kesempatan, pemuda Spanyol berusia 23 tahun tersebut mengaku dirinya kini tidak memaksakan diri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Performa Maverick Vinales bersama Yamaha yang paling menyedot perhatian usai menjadi yang tercepat di kedua sesi. Lorenzo tidak luput memasukkan kompatriotnya itu ke dalam bursa juara.
"Marc punya segalanya untuk menjadi juara dan dia tetap favoritnya," kata Lorenzo kepada GPOne. "Dengan Suzuki, Vinales memperlihatkan bahwa dia bisa memenangi balapan dan sekarang Yamaha menunggu dia. Tapi cepat di satu putaran dan cepat di balapan adalah yang berbeda."
"Aku yakin bahwa Valentino juga akan kompetitif, begitupun kami dengan Ducati."
"Aku menerima tantangan ini untuk menang dan akan aku akan memberikan segalanya yang kubisa untuk mencapainya. Motor kami akan berubah banyak. Bisa jadi ada aspek negatif dan positifnya, jadi kita akan menyaksikan apa yang terjadi di masa depan." (rin/mfi)











































