Bergabungnya Vinales ke Movistar Yamaha musim ini memunculkan pertanyaan bagaimana nanti hubungannya dengan Rossi. Sebab duet sebelumnya, Rossi-Jorge Lorenzo, sempat tak akur dan membuat atmosfer tim tak nyaman.
[Baca juga: Bisakah Rossi Akur dengan Vinales?]
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk sekarang, hubungannya masih sama. Kami punya rasa hormat antara kami dan saya harap ini bisa berlanjut," katanya dikutip Motorsport.
"Karena ketika saya masih bocah, dia idola saya, dan masih begitu juga sekarang. Kalau kami kehilangan respek satu sama lain, itu tidak akan bagus untuk diri saya."
"Tidak cuma soal media atau yang semacam itu, tapi karena saya melihatnya sebagai seorang idola. Dan saya harap kami bisa mendapatkan respek seiring karier kami sebagai rekan setim," imbuhnya.
Vinales mengakui hubungan yang baik dan atmosfer tim yang positif akan memudahkan Yamaha dalam persaingan gelar. Salah satunya untuk menghadapi Marc Marquez yang bakal kembali jadi favorit di kejuaraan dunia, usai memenangi tiga gelar dalam empat musim terakhir.
"Itu penting untuk Yamaha. Ketika Anda punya hubungan baik, Anda bisa mengembangkan motor dengan baik, Anda bisa bisa berbicara bersama dan itu adalah hal bagus," sambung Vinales.
"Saya rasa kekuatan (Suzuki-eks tim Vinales) musim lalu adalah Aleix (Espargaro) dan saya, kami benar-benar dekat dan sangat meningkatkan kemampuan motor saat itu, dan cepat, karena kami bekerja bersama."
"Dan saya rasa musim ini kami masih perlu melakukannya bersama Valentino, karena tidak akan mudah mengalahkan Marc. Dan kalau kami ingin melakukannya, kami tidak bisa saling ribut sendiri, kami juga harus sedikit bekerja bersama-sama," tandasnya. (raw/mfi)











































