Hal itu tak lepas dari aksi Folger dalam tes-tes pramusim lalu. Rider Monster Yamaha Tech 3 tersebut tampil cukup menjanjikan, secara khusus di Phillip Island dan Qatar.
Berdasarkan hal tersebut pebalap Jerman berusia 23 tahun itu pun merasa bahwa posisi finis 10 besar merupakan bidikan realistis dalam balapan debutnya pada kelas primer di MotoGP Qatar tanggal 26 Maret depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya harap begitu. Saya pikir itu tidak mustahil," kata Folger di Motorsport.com, ketika ditanya apa ia mampu finis di posisi 10 besar di MotoGP Qatar pekan depan.
"Kita akan lihat apa yang bisa kami lakukan saat balapan karena ceritanya pasti berbeda lagi. Tapi kami bisa sangat gembira dengan persiapan yang kami lakukan musim dingin lalu dan kami sudah siap," sebutnya.
Rider Jerman 23 tahun itu mengaku sempat kehilangan rasa percaya diri akibat insiden dalam tes pramusim di Phillip Island. Tapi belakangan Folger sudah lebih mantap di atas motor.
"Setelah crash di Phillip Island, saya sempat kehilangan rasa percaya diri, tapi kini saya sudah membangun keyakinan lebih besar dengan motornya, terutama dalam simulasi balap," ucapnya.
"Jadi saya mulai lebih memahami motornya, terutama ketika kondisinya berubah saya kini sudah bisa beradaptasi dengan lebih baik. Usai 8-9 putaran kondisi ban cukup menurut, tapi kemudian tetap konstan," beber Folger.
(krs/krs)











































