DetikSport
Senin 20 Maret 2017, 18:11 WIB

Jelang MotoGP 2017

Rossi (Kembali) Mengejar yang ke-10

Kris Fathoni W - detikSport
Rossi (Kembali) Mengejar yang ke-10 Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp
FOKUS BERITA: Jelang MotoGP 2017
Jakarta - MotoGP 2017 sudah di depan mata. Akan dimulai pula usaha Valentino Rossi (kembali) mengejar titel yang ke-10 di kejuaraan dunia balap motor grand prix.

Di usia yang sudah 38 tahun, Rossi tak lagi muda. Ia sangat layak disebut pebalap kawakan, bahkan veteran.

Bagaimana tidak mengingat ia sudah tampil di balapan grand prix sedari 1996 dan mulai turun di kelas primer pada tahun 2000. Silakan hitung sudah berapa tahun The Doctor beraksi di lintasan.

Petualangannya di arena balap grand prix sejauh ini bikin Rossi bergelimang pencapaian. Titel juara dunianya saja mencapai jumlah sembilan, dengan rincian masing-masing satu di kelas 125cc dan 250cc, plus tujuh yang ia raih saat turun di kelas primer (satu di 500cc dan enam di MotoGP).

Akan tetapi, Rossi niscaya masih geregetan karena belum mampu menggenapi gelar juara dunianya itu ke jumlah 10. Ia tak kuasa menambah koleksinya selepas 2009.

Rossi (Kembali) Mengejar yang ke-10Foto: AFP PHOTO / Saeed Khan

Semenjak itu Rossi sudah mengalami pasang-surut. Titik-titik terendahnya tentu adalah semasa dua musim membela Ducati -- tanpa satu pun kemenangan, finis di posisi tujuh dan enam klasemen akhir berurutan. Ia dari masa suram itu setelah kembali ke Yamaha, dengan posisi runner-up akhir musim sudah ia bukukan selama tiga musim terakhir.

Usaha Rossi meraih titel ke-10 ini juga sudah menghadirkan drama nan menegangkan, di antaranya pada musim 2015. Penggemar Si Kuning Bernomor 46 ini niscaya masih berandai-andai jika saja tidak ada kontroversi yang melibatkan rider pujaannya dengan Marc Marquez, di musim yang menghadirkan Jorge Lorenzo sebagai kampiun.

"Sebuah kekecewaan besar," ujar Rossi dalam wawancara yang dilansir Supersport.com pada akhir bulan lalu.

"Terjadi beberapa hal yang harusnya tak terjadi, sesuatu yang mencoreng olahraga ini. Saya sudah pernah bertarung melawan rival-rival tangguh, seteru berat, dari (Max) Biaggi sampai (Casey) Stoner, tapi tak ada satu pun yang bertindak seperti Marquez saat itu. Saya tak pernah melihat seorang rider yang tidak terlibat dalam persaingan berebut gelar bertindak seperti itu.

"Apa saya menyimpan penyesalan? Tentu saja. Jika saja saya tak berkata apa-apa, kalau saya tak bereaksi... Nyatanya adalah mereka akan tetap mengalahkan saya dan setidaknya saya sudah mengeluarkan unek-unek, (walaupun) itu menimbulkan kontroversi," tuturnya.

Usaha teranyar Rossi menggenapi koleksi titel, pada musim lalu, kemudian dihadapkan dengan konsistensi luar biasa Marquez. Kegagalan finis Rossi di Motegi pun, salah satunya, ikut membuat titel dipastikan jadi milik Marquez.

Rossi (Kembali) Mengejar yang ke-10Foto: AFP PHOTO / Toshifumi KITAMURA

Tahun 2017 ini Rossi akan kembali menggeber usahanya tersebut. Takkan mudah mengingat seperti biasa, persaingan bakal super sengit. Musim 2016 saja sempat ada sembilan rider berbeda yang tampil sebagai pemenang seri balapan.

Sudah begitu di tes pramusim lalu Rossi justru relatif berada di bawah bayang-bayang rekan satu timnya yang baru, Maverick Vinales, yang jadi buah bibir sepanjang musim dingin. Tapi Rossi takkan menyerah begitu saja. Titel ke-10 (kembali) jadi targetnya.

"Tahun lalu saya punya kecepatan bagus, saya kompetitif di banyak sirkuit dan kondisi, tapi saya membuat sejumlah kesalahan, terkadang tidak beruntung," kata Rossi pekan lalu, seperti dilansir AFP.

"Penting untuk tidak berhenti bekerja dan meningkatkan diri. Situasi saat ini cukup mirip dengan musim lalu, tapi rincian-rincian lebih kecil sudah lebih baik," sebutnya.

Usaha Rossi itu akan dimulai lagi ketika MotoGP 2017 dimulai pada balapan di Qatar tanggal 26 Maret mendatang.



(krs/din)

FOKUS BERITA: Jelang MotoGP 2017
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed