Kemenangan tersebut menjadi bukti bahwa Vinales telah memenuhi ekspektasi. Menyusul hasil luar biasa di tes pramusim di mana dia menjadi pebalap tercepat di tujuh dari 11 sesi yang telah digelar.
Selain itu, Vinales juga merebut pole position dan mencatatkan waktu putaran gemilang dalam latihan bebas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami bisa merasakan sejenis atmosfer yang agak aneh di mana finis kedua dari Vinales berarti sebuah bencana," kata Forcada kepada Motorsport.com.
"Terlihat tidak ada opsi lain selain kemenangan, dan sesuatu yang berbeda daripada hal itu berarti sebuah kegagalan. Itu adalah tekanan yang besar, dan lebih besar lagi karena kondisi balapan."
"Well, dia memang tidak mendapatkan start terbaik dan Zarco sedikit lebih cepat. Dia kemudian menunggu, menjaga ketenangan ketika [Andrea] Iannone jatuh di depan dia. Dia membuka jarak untuk mulai putaran terakhir dengan Ducati [Andrea Dovizioso], sebuah motor yang cukup cepat di bawah akselerasi dari gigi empat."
"Itulah satu-satunya cara untuk menghentikan Ducati di lintasan lurus, dan dia melakukannya dengan sempurna," imbuh Forcada.
Ekspektasi serupa dialamatkan kepada Vinales di seri kedua kejuaraan yang akan digelar di Argentina, 9 April. (rin/mrp)











































