DetikSport
Senin 10 Apr 2017, 05:07 WIB

Ketika Crutchlow Menyelamatkan Muka Honda

Rifqi Ardita Widianto - detikSport
Ketika Crutchlow Menyelamatkan Muka Honda Foto: Getty Images Sport/Mirco Lazzari gp
Termas de Rio Hondo - Saat dua pebalap pabrikan Honda tak ada yang finis, Cal Crutchlow muncul sebagai penyelamat dari tim satelit. Dia finis ketiga dan merasa bisa lebih baik.

Crutchlow menjadi wakil penunggang mesin Honda di podium MotoGP Argentina, di sirkuit Autodromo Termas de Rio Hondo, Senin (10/4/2017) dinihari WIB. Dia finis di belakang dua pebalap Movistar Yamaha, Maverick Vinales dan Valentino Rossi.

Pebalap LCR Honda tersebut menjadi penyelamat muka Honda di seri kedua ini. Sebab dua rider tim pabrikan, Repsol Honda, gagal finis setelah terjatuh.

Marc Marquez yang sempat memimpin, terjatuh di tikungan dua usai kehilangan grip ban depan. Sementara Dani Pedrosa terjatuh di putaran ke-13 di titik yang sama.

Crutchlow menjadi satu dari dua pebalap penunggang mesin Honda di 10 besar. Satu lainnya adalah Jack Miller yang tergabung di tim EG 0,0 Marc VDS.

Menggunakan ban depan hard yang sama dengan Marquez dan Pedrosa, Crutchlow mengaku sempat agak khawatir. Tapi sejak awal pebalap asal Inggris ini sudah menyusun rencana untuk menahan diri di awal balapan.

"Ketika saya melihat dua pebalap itu terjatuh dengan ban depan yang sama dengan saya, saya sedikit khawatir. Tapi saya sejak awal tahu kalau saya bisa mengatur ban agar bertahan sampai akhir, tidak terlalu memaksa," kata Crutchlow dikuip Crash.

"Saya membiarkan Marc melesat di awal balapan karena saya mengganti ban belakang di grid dan perlu satu putaran lain untuk mulai enak. Saya pikir itu adalah situasi yang sempurna, dia bisa melaju kemudian saya bisa mengejarnya belakangan, seperti di Australia (tahun lalu)."

"Saya memang tidak ingin mengambil risiko di awal, saya perlu finis setelah jatuh di Qatar. Saya tidak perlu menekan di putaran-putaran awal itu," imbuhnya.

Crutchlow bahkan percaya dirinya bisa finis lebih baik andai motornya tak banyak goyang. Ini diakui jadi pekerjaan rumah menatap seri berikutnya di Amerika Serikat.

"Motornya sangat sulit ditunggangi, terutama di lima putaran terakhir. Saya memang meluncur di sirkuit, tapi terlihat sangat sulit secara fisik," sambung Crutchlow.

"Saya ingin memperbaiki itu di balapan berikutnya karena kami bisa saja melaju satu detik lebih cepat per putarannya kalau motornya tidak goyang," tandasnya.

Crutchlow terjatuh di seri pertama di Qatar lalu. Saat ini dia ada di posisi lima dengan nilai 16 dari dua balapan.

(raw/nds)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed