Lorenzo melalui awal musim yang berat sejak pindah dari Yamaha ke Ducati. Rider berkebangsaan Spanyol itu baru mengumpulkan 12 poin dari tiga seri, hasil finis ke-11 di Qatar dan kesembilan di Austin. Sementara di Argentina dia mengalami crash.
Lorenzo sejauh ini masih tertinggal dari rekan setimnya, Andrea Dovizioso, yang sudah meraih 30 poin. Dovizioso juga gagal finis di Argentina, tapi dia naik podium di Qatar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yamaha dan Ducati adalah dua pabrikan yang sangat berbeda, dengan dua filosofi berbeda. Yamaha selalu terobsesi dengan sasis, dengan membuat hidup pebalap jadi lebih mudah," ujar Lorenzo seperti dikutip Motorsport.com.
"Di sisi lain, Ducati sudah memilih selama 10 tahun terakhir untuk menciptakan mesin yang paling bertenaga dan mengelolanya dengan perangkat elektronik yang bagus," imbuhnya.
"Mungkin sekarang kami perlu mengubah prioritas dan, selain terus mengembangkan mesin, mencoba tipe-tipe sasis baru demi mempermudah saat berbelok dan membuat hidup pebalap jadi lebih mudah," kata Lorenzo.
MotoGP Spanyol di Sirkuit Jerez, Minggu (7/5/2017) mendatang, akan menjadi seri berikutnya dalam kalender MotoGP. Lorenzo tahun lalu finis kedua di Jerez saat masih membalap untuk Yamaha. (mfi/raw)











































