Tantangan tersebut bukan cuma datang dari karakteristik sirkuitnya, melainkan juga akibat kompetitifnya rider-rider yang jadi rival Marquez.
Dalam lima musim terakhir saja rider Repsol Honda itu cuma sekali bisa menang di Jerez yakni pada tahun 2014. Faktanya, di periode yang sama Jerez menghadirkan lima pemenang berbeda yaitu Casey Stoner (2012), Dani Pedrosa (2013), Jorge Lorenzo (2015), dan Valentino Rossi (2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Marquez sendiri tetap antusias menghadapi balapan akhir pekan ini, secara khusus setelah menang di Austin yang juga menjadi podium pertamanya musim ini.
"Jerez adalah salah satu sirkuit paling sulit dan menantang. Sirkuitnya bergaya old school: sangat pendek, sangat sempit, dengan titik akselerasi dan area pengereman keras," kata Marquez seperti dilansir GPOne.com.
"Anda jadi harus membuat motornya membelok dengan pas, tapi Anda juga butuh stabilitas saat mengerem karena dengan begitulah Anda bisa membuat catatan waktu bagus.
"Ini merupakan sebuah sirkuit tempat para rival kami biasanya sangat kencang, tapi saya pikir kami juga bisa melaju dengan baik jika mampu bekerja dengan baik sedari Jumat pagi (sesi latihan)," sebutnya.
(krs/mrp)











































