Sebelum Start, Sete Tahu Akan Kalah
Senin, 02 Mei 2005 22:53 WIB
Jakarta - Sete Gibernau mengungkapkan dirinya sudah menyadari akan kalah di MotoGP Cina, Minggu (1/5/2005) kemarin sejak sebelum start. Penyebabnya adalah kesalahan memilih ban.Tim Movistar Honda sejak sesi pemanasan Minggu pagi memang sudah memasang ban basah pada motor RC211V Gibernau. Hasilnya pembalap asal Spanyol itu sangat puas dengan catatan waktunya.Namun saat akan balapan tim teknis dari Michelin menganjurkan untuk menggunakan ban basah yang lebih keras. Gunanya jika hujan reda dan lintasan lebih kering, maka Gibernau bisa melesat lebih cepat.Namun menurut Gibernau ternyata perkiraan tim teknis Michelin meleset. Saat dipakai dilintasan basah, ban belakang terasa bergetar. Ini terjadi saat melakukan lap pemanasan sebelum balapan."Saat lap pemanasan saya sudah memiliki perasaan tidak bagus, tetapi saya tidak bisa lagi mengganti ban. Motor bergetar sejak awal, dan saya tidak memiliki kepercayaan diri," ungkap Gibernau seperti dilansir Crash, Senin (2/5/2005)."Saya telah melakukan yang terbaik untuk menyelesaikan balapan dan meraih sebanyak mungkin poin," lanjut Gibarnau yang akhirnya finis di urutan keempat.Pernyataan Gibernau ini tidak langsung diamini oleh tim Michelin. Menurut Ketua Micheline Motorcycle Competitions Nicholas Goubert, hingga saat ini belum ada penjelasan resmi mengenai masalah ban belakang Gibernau."Kami telah memeriksa ban belakangnya, dan sejauh ini tidak terlihat ada masalah. Tetapi kami akan melakukan analisa yang lebih dalam sementara tim memeriksa motornya," ujar Goubert.Dari tiga seri yang sudah berlangsung, Gibernau sebenarnya memiliki peluang untuk menang. Di seri pertama Spanyol, Gibernau di takeover Rossi pada tikungan terakhir, sementara di Portugal runner-up dua tahun berturut-turut itu terjatuh akibat hujan. Kini Gibernau berada di peringkat lima klasemen sementara tertinggal 37 poin dari Rossi yang memimpin dengan 70 poin. (lom/)











































