Jelang MotoGP Prancis
Michelin Perhatikan Cuaca
Rabu, 11 Mei 2005 11:47 WIB
Jakarta - Pabrikan ban Michelin mengaku pihaknya mengkhawatirkan cuaca pada MotoGP Prancis akhir pekan ini. Namun Michelin sudah siap mengakomodasi regulasi baru. Regulasi baru yang dimaksud adalah peraturan soal pergantian ban jika terjadi hujan saat balapan. Peraturan ini menyebutkan kalau hujan turun maka balapan tidak akan dihentikan. Namun pembalap diperkenankan untuk mengganti ban atau motor sekalian dan melanjutkan lomba. Praktek peraturan ini sudah terjadi pada MotoGP seri kedua di Portugal. Ketika itu pembalap Honda Sete Gibernau sempat jadi korban setelah terjatuh karena urung mengganti ban saat gerimis sudah turun. Peraturan baru tak pelak membuat keberadaan ban semakin penting. Hal itu diakui oleh produsen ban Michelin. "Peraturan baru membuat segalanya berubah. Tapi peraturan itu sedikit mengkhawatirkan karena bisa menciptakan situasi yang membuat pembalap berlaga dengan ban yang tidak ideal. Di Estroil, misalnya, Sete (Gibernau) terjatuh karena melewati trek yang basah dengan ban kering, padahal ketika itu dia sedang memimpin," tutur pimpinan Michelin untuk olahraga bermotor, Nicolas Goubert, seperti dikutip Crash.net, Rabu (11/5/2005). Menyadari pentingnya ban, Michelin siap mengeluarkan produk terbaiknya. Michelin sendiri adalah produsen ban tunggal seluruh peserta MotoGP 2005. "Sulit untuk mendapatkan ban kering yang bisa bekerja dengan baik di trek basah, meskipun ban kering juga bisa dipergunakan untuk permukaan trek yang lembab, namun trek lembab tersebut harus tetap panas. Jika pembalap memelankan motornya terlalu sering, ban akan menjadi dingin dan akan kehilangan cengkramannya," jelas Goubert. Dari tiga seri yang telah berlangsung, cuma MotoGP Spanyol yang berlangsung dalam kondisi kering. MotoGP Portugal berlangsung dengan kondisi basah/kering, sementara MotoGP Cina berlangsung di bawah guyuran hujan. Bagaimana MotoGP Prancis? Kita nantikan saja. (mel/)











































