DetikSport
Senin 11 September 2017, 11:25 WIB

Marquez Merinci Aksinya Menyalip Petrucci

Kris Fathoni W - detikSport
Marquez Merinci Aksinya Menyalip Petrucci Marc Marquez saat menyalip Danilo Petrucci (Foto: Mirco Lazzari gp/Getty Images)
FOKUS BERITA: MotoGP San Marino
Misano - Sebuah manuver menyalip dari Marc Marquez berbuah kemenangan di Misano. Begini penuturan Marquez merinci aksinya itu, termasuk persiapan yang ia lakukan.

Marquez memenangi MotoGP San Marino, Minggu (10/9/2017) kemarin, setelah menyalip Danilo Petrucci di Turn 1 putaran terakhir menjelang garis finis.

Sebelum aksi overtaking-nya itu Marquez terus membayang-bayangi Petrucci selama beberapa putaran. Kondisi sirkuit, yang permukaannya masih sangat basah, sempat bikin rider Repsol Honda itu berpikir untuk mencari aman saja dengan finis kedua.

Akan tetapi, juara dunia tiga kali MotoGP itu kemudian kembali ke naluri awalnya untuk berusaha sekuat tenaga melakukan serangan, kendatipun tahu persis ada risiko terjatuh. Toh ia sukses menyalip Petrucci dan kemudian menjauh untuk meraih kemenangan.


"Balapannya luar biasa, dan sukar membayangkan ketegangan dan betapa saya fokus, padahal sulit untuk menjaga konsentrasi karena balapannya panjang sekali," ucap Marquez seperti dilansir Crash.net.

"Di awal balapan saya sedikit kesulitan. Di bagian kedua balapan saya merasa oke, tapi di bagian akhir saya merasa lebih baik lagi. Pada satu titik saya mulai memikirkan kejuaraan dunia dan bergumam kalau posisi kedua mungkin sudah cukup, tapi ketika berpikir lebih lanjut dan melihat adanya kemungkinan, saya pun ingin mencoba. Dalam balapan saya berusaha terus membuntuti Danilo dan para rider lain karena setelah jatuh di pemanasan saya pun jadi lebih hati-hati. Insiden itu memberi saya peringatan dan saya pun membuntuti Danilo dengan sangat cermat. Dan kemudian di putaran terakhir saya benar-benar mempersiapkan segalanya."

"Di tiga putaran terakhir saya sudah punya kemungkinan menyalipnya. Saya pun akhirnya menggeber 100% dan buat saya lebih baik ambil risiko untuk satu putaran ketimbang melakukannya di tikungan," tuturnya.

Marquez tahu persis bahwa jika manuvernya itu tidak berhasil maka ia bakal habis-habisan dikritik karena dinilai terlalu agresif. Tapi ia menegaskan bahwa gayanya tersebut sudah membuatnya dapat poin-poin dalam proses meraih lima gelar juara dunia grand prix.

"Hari ini saya tidak merasa begitu (percaya diri) karena lintasannya sangat licin sehingga sangat mudah bikin kesalahan, dan kalau Anda melihat balapan Moto2 dan Moto3, rasa percaya diri saya kian berkurang, terlebih usai jatuh dalam pemanasan," kata Marquez.


"Tapi saya pikir bisa saja kehilangan poin di Valencia sehingga saya pun mencoba menggeber ke depan. Tentu ada risiko besar dan jika saya jatuh maka orang-orang akan mengatakan, 'Ia tak pernah berubah bla bla bla', tapi begitulah gaya saya dan gaya ini sudah memberikan saya lima gelar juara dunia. Saya akan terus menggeber seperti itu, juga memperkecil risikonya," ujar Marquez.



(krs/raw)

FOKUS BERITA: MotoGP San Marino
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed