DetikSport
Minggu 22 Oktober 2017, 16:37 WIB

Cerita Rossi tentang Aksi Gila Iannone

Kris Fathoni W - detikSport
Cerita Rossi tentang Aksi Gila Iannone Foto: Quinn Rooney/Getty Images
Phillip Island - Valentino Rossi (Movistar Yamaha) merasa punya potensi memberi persaingan lebih sengit untuk Marc Marquez di Phillip Island, jika bukan karena aksi gila Andrea Iannone.

Balapan MotoGP Australia, Minggu (22/10/2017), berjalan seru. Karakteristik sirkuit turut membuat adanya sejumlah aksi saling salip di antara sejumlah pebalap.

[Gambas:Video 20detik]


Rombongan terdepan dalam balapan bahkan melibatkan sekitar delapan pebalap, dengan Rossi, Maverick Vinales, Johann Zarco, dan Marc Marquez silih berganti memamerkan manuver.

Di putaran ke-21, Marquez melewati Vinales dan kemudian terus menjaga jarak dengan memanfaatkan manuver Iannone kepada Zarco dan Rossi. Menurut Rossi, yang akhirnya finis kedua, manuver Iannone itu sudah membuatnya kehilangan peluang terus membayangi Marquez si pemenang balapan di Phillip Island.

"Menurut saya, sebenarnya saya punya potensi untuk menempel Marquez sampai akhir karena saya sedang melaju kencang," ujar Rossi seperti dikutip Autosport.

"Tapi ketika saya tengah menduga sudah ada dalam posisi sempurna, Iannone masuk ke hairpin seperti orang gila, dan Marquez pun melesat pergi. Tapi bagaimana pun juga, saya pikir menang memang tak mudah," ucapnya.


Rossi juga berkomentar mengenai agresivitas para rider lain dalam balapan, yang turut memunculkan adanya sejumlah insiden senggolan antarpebalap.

Johann Zarco, misalnya, yang menyenggol ban belakang Marquez di putaran-putaran pembuka. Setelah itu Marquez juga sempat menyenggol motor Rossi dalam balapan.

"Level keagresifan dan senggolan sudah amat meningkat, terutama setelah masuknya para pebalap muda dari Moto2. Zarco pun selalu sangat agresif. Anda jadi merasa kesal, tapi itu tak mengubah apa-apa," kata Rossi.

"Beginilah permainannya jika Anda ingin ikut bermain. Sedikit lebih berbahaya, tapi harus seperti ini kalau Anda tak mau berdiam di rumah. Berduel dengan Zarco, dan kemudian datang Iannone, dua rider terburuk untuk berduel."

"Saya ingat sebuah duel dengan Iannone pada 2015 dan ia mengalahkan saya di putaran terakhir, sehingga saya pun berusaha habis-habisan. Jadi ini merupakan sebuah balapan bagus yang sangat saya nikmati," tuturnya.




(krs/mfi)

Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed