Rider Repsol Honda tersebut memiliki peluang untuk memastikan titel juara dunia di Sepang akhir pekan ini, tergantung dari hasil dirinya dan Andrea Doviozoso (Ducati) sang rival.
Akan tetapi, dalam dua musim terakhir Marquez tidak bisa meraih hasil positif di Sepang. Setelah jatuh akibat insiden dengan Valentino Rossi pada 2015, Marquez cuma bisa finis ke-11 di Malaysia tahun lalu (tapi saat itu ia sudah memastikan titel MotoGP 2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam sebuah sesi tanya-jawab yang dilansir Crash.net, Marquez pun membahas kesulitannya di sirkuit Sepang tersebut, secara khusus apa itu dikarenakan gaya balapnya atau karakteristik sirkuit.
"Mungkin karena gaya. Saya tak bisa membalap dengan baik di sini dalam beberapa tahun terakhir, tapi kondisi panas di sirkuit seperti membuat segalanya jadi lebih licin dan lambat," kata Marquez.
"Dan gaya agresif saya terkadang tidak berfungsi di sini karena daya cengkeramnya tidak seberapa bagus dan semua jadi terasa lebih 'lunak'. Dan saya jadi seperti terlalu menggeber ban dan motor. Jadi saya harus tampil lebih luwes," tuturnya.
Rider Spanyol berusia 24 tahun itu kemudian juga diminta memberikan prediksi untuk balapan akhir pekan ini. Apakah sekiranya Marquez bisa mengunci titel juara dunia?
"Apa Anda bisa tahu cuaca akan seperti apa? (Sama halnya dengan cuaca, balapan nanti) Mustahil untuk diprediksi!" ucap Marquez.
"Tentu saja buat saya target utamanya adalah naik podium. Buat saya tak penting siapa yang menang atau finis kedua. Saya cuma fokus pada boks saya sendiri dan bertekad naik podium," katanya.
(krs/din)











































