detiksport
Follow detikSport
Minggu, 12 Nov 2017 23:35 WIB

Saat Marquez Nyaris Jatuh, Dovizioso Sudah Mentok

Rifqi Ardita Widianto - detikSport
Foto: JOSE JORDAN / AFP Foto: JOSE JORDAN / AFP
Valencia - Hampir ada drama di MotoGP Valencia pada balapan penentuan kejuaraan dunia 2017. Marc Marquez mengalami insiden yang membuatnya sesaat kehilangan trofi juara.

Marquez tampil nyaman di sebagian besar jalannya balapan di sirkuit Ricardo Tormo, Minggu (12/11/2017) malam WIB. Meski sempat kehilangan posisi pertama di putaran ketiga usai dilewati Johann Zarco, itu sudah cukup untuknya jadi juara dunia.




Pebalap Repsol Honda itu tentu saja tak mau terlalu ambil risiko bertarung dengan Zarco. Sebab dia bisa kehilangan gelar juara yang praktis sudah berada dalam genggamannya jika finis di luar 11 besar. Satu-satunya pesaingnya saat itu yakni Andrea Dovizioso tertahan di urutan lima, di belakang Dani Pedrosa dan Jorge Lorenzo.

Tapi Marquez rupanya ingin mencoba membuat gelar juara dunianya terasa lebih manis dengan memenangi balapan terakhir musim ini. Di putaran ke-23, dia melewati Zarco di trek lurus utama dan memimpin saat memasuki tikungan pertama.

Hanya saja Marquez masuk tikungan terlalu kencang, akhirnya malah kehilangan kendali motor dan meluncur ke sisi luar tikungan dalam posisi rebah bersama motornya. Beruntung baginya, dia berhasil menguasai keadaan dan menegakkan kembali motornya untuk kembali melanjutkan balapan.


Insiden itu seharusnya jadi semacam momentum bagus untuk Dovizioso. Pebalap Ducati itu mengakui untuk sesaat sempat lebih optimistis dengan peluangnya, namun pada akhirnya tak mampu berbuat apapun karena lajunya sudah maksimal.

Dovizioso bahkan tak sanggup melewati rekan setimnya, Lorenzo, sementara Marquez kembali ke trek di posisi lima. Dovizioso kemudian terjatuh, tak lama setelah Lorenzo terjatuh. Itu cukup untuk membuat Marquez menyabet gelar juara dunia meski cuma finis ketiga.

Soal Marquez yang nyaris terjatuh lalu melakukan penyelamatan gemilang, Dovizioso mengaku sudah tak heran lagi. Dia cuma menekankan bahwa pada dasarnya, kesempatannya di balapan ini sudah berkurang karena lajunya tak cukup bagus.

"Kami tak kaget lagi soal itu! Ini adalah hal biasa untuk Marc. Tapi saya memang benar-benar tak punya kecepatan untuk menyerang para pebalap di depan saya," ujar Dovizioso dikutip Autosport.

"Ketika saya melihatnya (insiden Marquez), saya semacam, OK! Tapi saat itu saya benar-benar sudah habis."

"Saya bahkan mencoba lebih keras lagi, ketika melihat insiden itu. Tapi saya sudah berusaha 100% sampai titik itu," tandasnya.

(raw/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed