detiksport
Follow detikSport
Selasa, 14 Nov 2017 03:46 WIB

Musim yang Ketat Lebih Nikmat untuk Marquez

Rifqi Ardita Widianto - detikSport
Foto: JOSE JORDAN / AFP Foto: JOSE JORDAN / AFP
Valencia - Musim MotoGP 2017 disebut Marc Marquez amat ketat, sampai membuatnya stres dan mengalami kerontokan rambut. Tapi justru dia lebih menikmatinya.

Marquez mengunci gelar juara dunia 2017 di balapan terakhir yang berlangsung di Valencia akhir pekan lalu. Musim tak berjalan mudah untuk pebalap Repsol Honda itu, mengingat di paruh pertama dia baru mendapatkan dua kemenangan dari sembilan seri.

Musim ini Marquez tercatat tiga kali finis di luar tiga besar serta tiga kali tak finis. Tantangan sepanjang musim ini justru disebutnya memberi rasa lebih dalam kemenangan, Marquez secara khusus membandingkannya dengan tahun 2013.

Pada 2013, Marquez yang baru debut mampu langsung merebut titel juara dunia MotoGP pertamanya. Dia meraih enam kemenangan dan selalu finis di podium kecuali di dua balapan yakni Italia dan Australia. Di Italia, Marquez gagal finis sedangkan di Australia didiskualifikasi.

"Di 2013 saya memenangi kejuaraan tapi balapannya, Anda tahulah. Sebuah hari buruk itu cuma posisi empat. Pada akhirnya itu bukanlah kejuaraan yang sesungguhnya," ungkap Marquez seperti dikutip Crash.

"Kejuaraan yang sesungguhnya adalah seperti yang kita jalani sekarang ini, dengan empat atau lima pebalap bertarung untuk kemenangan. Kalau Anda melakukan satu kesalahan kecil atau mengalami hari buruk, Anda bisa dengan mudah finis di posisi 10."

"Pertunjukannya sekarang berubah, dengan elektroniknya. Tapi sejak Michelin datang, salah satu hal bagusnya adalha kami punya tiga jenis ban depan dan tiga jenis ban belakang, jadi tiap pabrikan bisa memiih yang terbaik untuk motor mereka. Itu membuat segala sesuatunya lebih merata dan rasanya untuk fans, ini jauh lebih menarik dan saya menyukainya," imbuhnya. (raw/mfi)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed