Penilaian tersebut dilontarkan oleh Carlos Checa, yang pernah meramaikan arena kejuaraan dunia balap motor grand prix di antaranya pada kurun waktu 1995-2010 pada kelas primer.
"Saya berharap lebih dari Jorge. Hasil saat ini membuatnya cuma bisa membaik di 2018, demikian pula halnya dengan Maverick. Saya awalnya menduga ia akan terus bersaing di depan sepanjang musim, tapi ternyata tidak," kata Checa di GPOne.com.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di klasemen akhir MotoGP 2017, Lorenzo cuma berada di posisi ketujuh yang menjadi pencapaian terburuknya di kelas primer. Sementara itu Vinales berada di posisi ketiga, walaupun gagal meramaikan persaingan berebut gelar juara sampai akhir.
Satu sosok lain yang mencuri perhatian di MotoGP 2017 adalah Johann Zarco, rookie yang membela Monster Yamaha Tech 3. Ia mampu finis keenam di klasemen akhir, tepat di bawah rider kawakan Valentino Rossi.
"Johann adalah seorang rider yang fokus ke masa depan, saya yakin ia bisa ikut meramaikan persaingan gelar juara di 2018. Saya pikir tidak ada perbedaan besar antara motornya dengan motor tim pabrikan," ucap Checa.
Sementara itu Rossi, yang tahun 2017 ini beberapa kali terganjal kendala fisik, tak kuasa memberikan tantangan serius dalam usahanya merengkuh gelar juara dunia ke-10. Checa menilai awal musim 2018 akan jadi krusial buat The Doctor.
"Valentino merupakan seorang rider yang cerdas dan akan membalap selama ia masih kompetitif. Ambisi utamanya adalah mengejar gelar juara dunia dan jika sedari awal musim ia bisa langsung bersaing di posisi teratas, ia bisa jadi penantang," ujar Checa.
(krs/mrp)











































