DetikSport
Jumat 26 Januari 2018, 22:20 WIB

Tua-Tua Keladi, Ini Dia Rahasia Rossi

Mohammad Resha Pratama - detikSport
Tua-Tua Keladi, Ini Dia Rahasia Rossi Valentino Rossi memasuki musim ke-18 di balap kelas primer (Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO)
Jakarta - Tua-tua keladi, makin tua makin jadi. Itulah Valentino Rossi yang masih prima membalap di usia yang hampir kepala empat. Apa rahasianya?

Rossi akan menjalani musim ke-18 di balapan kelas primer musim depan dengan Yamaha masih jadi timnya. Rossi akan berduet dengan rider Spanyol Maverick Vinales.

Melihat performanya musim lalu tentu banyak yang meragukan Rossi bakal bisa bersaing dengan juara dunia Marc Marquez, Andrea Dovizioso, atau bahkan Vinales dan Dani Pedrosa. Rossi cuma menang sekali musim lalu yakni di Assen.

Dari 18 balapan, Rossi pun hanya enam kali naik podium, dua kali retire,dan sekali absen di balapan San Marino. Wajar saja banyak yang meragukan Rossi bisa tetap bersaing di jalur juara musim depan dan terutama melawan kondisi fisiknya yang bisa jadi makin menurun.

Tapi, tak sedikit juga yang meyakini Rossi masih bisa berbicara banyak di musim depan mengingat dia sudah melakukan itu dalam beberapa musim terakhir. Dengan usianya yang memasuki 39 tahun bulan depan, orang mungkin bertanya-tanya apa yang bisa membuat Rossi bisa tetap tampil di level kompetitif sampai saat ini?

Apalagi MotoGP begitu mengutamakan fisik mengingat mereka harus membawa motor dengan tenaga yang begitu besar. Soal itu, Rossi menyebut motivasi jadi alasan utamanya bisa terus bersaing di level teratas.

"Hmm. sulit ya (bisa bertahan selama itu di MotoGP). Sayangnya, MotoGP itu sangat menuntut kekuatan fisik tapi itu bukan yang terpenting. So, saya pikir saya bisa balapan di MotoGP hingga umur 40 tahun, hingga batas umur saya," tutur Rossi kepada detikSport dalam wawancara di Four Seasons Hotel, Jumat (26/1/2018) siang WIB.

"Namun, yang pasti saya harus berlatih keras dan coba memberikan yang maksimal," sambung Rossi.

"Rahasianya? Ini sudah lama sekali ya, tentu saja sulit karena harus sering berlatih dan tetap konsentrasi. Tapi, saya pikir perbedaannya adalah motivasi, jika Anda masih suka balapan, bekerja dengan tim, dan menjalani hidup seperti ini, maka itu yang penting," tutup juara dunia sembilan kali di seluruh kelas itu.



(mrp/din)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed