DetikSport
Kamis 01 Februari 2018, 17:06 WIB

Lorenzo Sudah Lebih Akrab dengan Desmosedici

Mohammad Resha Pratama - detikSport
Lorenzo Sudah Lebih Akrab dengan Desmosedici Jorge Lorenzo di sesi tes pramusim Sepang (Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Jakarta - Musim pertama Jorge Lorenzo di Ducati tak berakhir manis. Tapi, hal itu takkan terjadi lagi di musim 2018 karena Lorenzo lebih akrab dengan Desmosedici.

Setelah sembilan tahun bersama Yamaha, Lorenzo memutuskan memperkuat Ducati musim lalu. Ekspektasi tinggi pun langsung disematkan kepada Lorenzo mengingat dia berstatus juara dunia tiga kali bareng Tim Garpu Tala.

"Setelah 9 tahun dengan tim dan motor yang sama, saya merasa butuh motivasi baru, itulah mengapa saya pilih Ducati dan mencoba menjalani tantangan baru. Itulah alasan saya memilih Ducati," ujar Lorenzo dalam jumpa pers di Sheraton Hotel Gandaria, Jakarta, Kamis (1/2/2018) pagi WIB.

Sayangnya, tahun pertama Lorenzo bersama Ducati tak berjalan sebagaimana mestinya. Dimulai dari sesi tes pramusim yang kurang oke, Lorenzo cuma tiga kali finis podium sepanjang 2017 tanpa sekalipun meraih kemenangan.

Pebalap Spanyol itu bahkan tiga kali retire dan bahkan sempat lima kali finis di luar 10 besar. Alhasil, Lorenzo pun finis di posisi ketujuh klasemen dengan 137 poin, selisih hampir 40 poin dengan Johann Zarco di atasnya, yang jadi pencapaian terburuk sepanjang kariernya di MotoGP.

"Fantastis tentunya karena tim memperlakukan saya dengan baik, seperti keluarga. Mesi awalnya saya sulit sekali meraih hasil bagus karena motornya berbeda dari yang saya tunggangi selama 10 tahun. Meski seharusnya pebalap top seperti saya cepat beradaptasi, tapi saya punya kesulitan tampil kompetitif dengan Ducati," lanjut pria berusia 30 tahun itu.

Tapi, kesulitan itu bisa jadi tak lagi dirasakan oleh Lorenzo di musim 2018. Pasalnya tim internal Ducati sudah bekerja keras untuk menciptakan motor Desmosedici GP18 sesuai karakter membalap Lorenzo.


Alhasil, performa Lorenzo bisa terlihat di sesi tes pramusim Sepang kemarin di mana dia berada di posisi teratas dan bahkan sempat mencatatkan rekor waktu tercepat di sirkuit itu.

"Tapi dengan adanya perubahan, kami bekerja keras. Kami memang tidak banyak punya waktu cukup mengembangkan motor selama musim 2017 karena adanya peraturan baru. Jadi saya kesulitan dengan beradaptasi dengan Ducati."

"Kini setelah setahun berlalu, saya lebih sering membalap dengan motor, saya membiasakan diri dan hasilnya bisa lihat sendiri di tes pramusim kemarin (Sepang)," tuntas Lorenzo.

Lorenzo dan Ducati masih punya dua tes lagi di Thailand dan Qatar sebelum memulai musim baru 18 Maret mendatang.



(mrp/rin)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed