Pekan Buruk Lainnya bagi Gibernau

Pekan Buruk Lainnya bagi Gibernau

- Sport
Senin, 27 Jun 2005 09:22 WIB
Jakarta - Sete Gibernau kembali gagal menunjukkan penampilan terbaiknya di MotoGP Belanda, Sabtu (25/6/3005). Setelah start dari urutan ketiga, pembalap asal Spanyol itu malah finis di urutan kelima.Dua musim lalu berturut-turut, Gibernau menjadi pembalap yang memberikan tantangan berarti kepada Valentino Rossi dalam perebutan gelar juara MotoGP. Namun tahun ini, sepertinya pembalap tim Movistar Honda itu akan kesulitan untuk menyamai prestasinya tersebut, apalagi untuk memperbaikinya.Dari tujuh balapan yang telah berlangsung, Gibernau belum sekalipun finis pertama. Hasil ini berbeda jauh dengan musim lalu dimana pembalap berusia 32 tahun itu telah dua kali meraih podium pertama dalam kurun waktu yang sama.Menjelang balapan MotoGP Belanda akhir pekan lalu, Gibernau sudah memperkirakan bahwa balapannya akan kembali tidak mulus. Tanda-tandanya sudah jelas, seperti absennya kepala mekaniknya karena sakit, sehingga setingan motor RC211V Gibernau tidak maksimal."Ini telah menjadi salah satu yang terburuk. Kami tidak terlalu buruk saat latihan, meski kami kesulitan menjelang akhir pekan. Tetapi saya tidak bisa melakukan lebih, kecuali seperti saat balapan," tutur Gibernau seperti dilansir Crash, Minggu (26/6/2005).Selain masalah mekanik, Gibernau juga mengaku kesulitan saat balapan karena perubahan cuaca. Usai sesi latihan hari Jumat, sirkuit Assen diguyur hujan yang cukup lebat. Akibatnya permukaan trek menjadi lebih licin saat balapan."Saya tidak memperoleh grip, dan hampir terjatuh beberapa kali. Beruntung kami mampu bertahan hingga finis. Sejujurnya saya kecewa dengan semua yang kami lalui. Namun seperti biasanya, saya akan kembali membalap untuk merubah semuanya ini di Laguna Seca dua minggu mendatang.," tambahnya.Seri kedelapan MotoGP musim ini akan digelar di Amerika Serikat, 10 Juli mendatang. Namun berbeda dengan biasanya, di sirkuit Laguna Seca tidak akan ada GP 125cc dan 250 cc seperti biasanya selalu mendampingi MotoGP. Hal ini disebabkan kebijakan pengelola sirkuit untuk mendukung program langit biru, sementara GP 125cc dan 250cc masih menggunakan motor 2tak. Sebagai penggantinya, panitia menggelar Superbike, yang merupakan balapan motor favorit di AS. (lom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads