Dalam tiga musim terakhir, Rossi tidak pernah gagal naik podium di Termas de Rio Hondo. Setelah memenanginya pada 2015, rider berusia 39 tahun ini dua kali finis kedua di dua musim berikutnya. Bahkan pada musim lalu, Yamaha unjuk kekuatan dengan finis 1-2 ketika Maverick Vinales tampil sebagai juara.
Namun demikian, performa Yamaha masih kurang meyakinkan dibandingkan dengan duo rival beratnya Marc Marquez (Honda Repsol) dan Andrea Dovizioso (Ducati).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: MotoGP Melaju ke Seri Kedua di Argentina |
Marquez akan menjadi favorit karena tercatat dua kali menjuarainya pada 2014 dan 2016 dan selalu pole position. Dovizioso akan termotivasi setelah mencetak kemenangan di seri perdana di Losail, Qatar.
"Tahun lalu kami sangat tangguh di Argentina. Kami finis pertama dan kedua dan kupikir itu adalah balapan terbaik tim kami di musim itu," komentar Rossi di GPOne.
Baca juga: Rossi Kagumi Determinasi Dovizioso |
"Tapi sejak saat itu keseimbangan di sektor pebalap telah berubah. Rival-rival kami sekarang sudah lebih tangguh."
"(Balapan di Argentina) akan ketat, tapi itu adalah trek yang kusukai dan biasanya motor kami bekerja dengan baik di sana. Bisa aja menjadi akhir pekan yang mengejutkan, tapi kuharap bisa tangguh di sana."
(rin/nds)











































