detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 10 Apr 2018 01:04 WIB

Komentari Aksi Marquez pada Rossi, Bos Honda: Itu Insiden Balapan

Okdwitya Karina Sari - detikSport
Marc Marquez menyenggol Valentino Rossi hingga jatuh di MotoGP Argentina. (Foto: Mirco Lazzari gp/Getty Images) Marc Marquez menyenggol Valentino Rossi hingga jatuh di MotoGP Argentina. (Foto: Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Rio Hondo - Bos Repsol Honda Alberto Puig percaya peristiwa yang melibatkan Marc Marquez dan Valentino Rossi hanya insiden balapan semata. Puig juga menegaskan Marquez bukannya sembrono.

Insiden antara dua pebalap top itu terjadi di fase akhir MotoGP Argentina, Senin (9/4/2018) dinihari WIB. Di putaran 20, Marquez memaksa menyalip Rossi dari dalam yang membuat sang lawan akhirnya jatuh.

Pebalap Repsol Honda itu kemudian dihukum penalti 30 detik sehingga finis di peringkat 18, sedangkan Rossi masih bisa menyelesaikan balapan untuk finis satu strip di bawahnya.


Tidak bisa dipungkiri, insiden ini meruncingkan kembali hubungan Rossi dan Marquez yang mulai adem pasca peristiwa di Sepang tiga tahun lalu. Bagaimanapun, Honda tidak yakin bahwa itu semata-mata kesalahan Marquez saja.

"Di masalah kedua dengan Valentino, memang benar bahwa di tikungan itu -- kalau Anda memeriksanya di televisi -- ada genangan air di lintasan. Jadi ketika itu terlihat seperti dia terkunci, dia harus melepas rem dan tergelincir," Puig mengatakan di Crash.

"Maksud saya adalah Valentino juga sedikit tergelincir. Bukan seperti Marc datang, di sebuah posisi di mana ada seorang pebalap lain. Kedua pebalap melebar sedikit dan sayang sekali -- karena ada air -- menyenggol dan kemudian Vale jatuh di rumput."

"Kami sadar bahwa ini adalah sebuah insiden balapan dan tentu saja kami menyesal karenanya. Tapi sudah pasti, di situasi seperti ini semua orang memiliki interpretasi sendiri-sendiri. Race Direction memiliki interpretasi sendiri dan juga para pebalap. Tentu saja kami percaya pada pebalap kami, apa yang dia katakan kepada kami."


Pasca balapan Rossi menyebut, 'Marquez menghancurkan MotoGP'. Bos Yamaha Lin Jarvis mendesak agar Marquez mendapatkan hukuman berat.

"Pertama-tama, saya pikir Valentino memiliki pengalaman yang besar dan dia percaya bahwa hal-hal semacam ini pernah terjadi di balap mobil karena dia kan seorang pebalap, seorang juara. Ketika situasi di atas lintasan sulit, maka hal-hal semacam ini bisa saja terjadi," sambung Puig.

"Saya benar-benar minta maaf atas apa yang terjadi. Di sisi lain, kami tidak menilai pebalap kami sembrono. Saya pikir itu adalah insiden balapan, lintasanya licin, rumit, dan inilah yang terjadi."

"Tentu saja, sebagai orang pebalap, saya memahami Valentino dan Yamaha. Mereka marah dan tidak gembira dengan situasinya. Tapi hal ini bisa terjadi kepada kita semua di sepanjang sejarah balapan." (rin/mfi)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed