detiksport
Follow detikSport
Kamis, 16 Agu 2018 07:45 WIB

'Krisis Yamaha Masih Akan Berlanjut Sampai Tahun Depan'

Okdwitya Karina Sari - detikSport
Foto: Mirco Lazzari gp/Getty Images Foto: Mirco Lazzari gp/Getty Images
Spielberg - Yamaha belum sanggup mengatasi masalah dalam usaha memutus puasa kemenangan. Pengamat top MotoGP Carlo Pernat memprediksi krisis Yamaha akan terus berlanjut.

Kemenangan terakhir pabrikan Jepang itu dicapai di Assen, Belanda 2017 saat Valentino Rossi naik podium tertinggi. Setelahnya, Yamaha cuma mampu memetik 12 podium sampai saat ini.

Maverick Vinales bahkan tidak kuasa menyembunyikan rasa frustrasinya setelah sama sekali gagal kompetitif di MotoGP Austria, akhir pekan lalu. Di balapan tersebut, Vinales start dari posisi 11 dan finis di urutan 12, sedangkan Rossi berada di peringkat keenam.


Pemimpin proyek YZR-M1 Kouji Tsuya sampai minta maaf karena kegagalan memberikan motor yang kompetitif bagi Rossi dan Vinales.

"Di Yamaha, bagian [mantan bos Yamaha, Masao] Furusawa sudah selesai dan yang baru telah dimulai. Namun, masih kurang kecerdikan di antara insinyurnya," ceplos Pernat kepada GPOne.


"Ini yang akan menjadi masalah besar, karena krisinya masih akan berlanjut sampai tahun depan dan jaraknya akan terus membesar."

"Rossi bisa bilang dia bagus di beberapa lintasan tertentu, seperti di Malaysia atau Australia tapi rumit untuk sirkuit-sirkuit sisanya. Sedangkan Vinales sepertinya sudah hancur berkeping-keping."

Balapan MotoGP berikutnya akan bergulir di Silverstone, Inggris pada 26 Agustus.


(rin/mrp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed