detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Jumat, 02 Nov 2018 12:42 WIB

MotoGP Malaysia: 9 Fakta Menarik Sirkuit Sepang

Doni Wahyudi - detikSport
Sirkuit sepang tahun ini merayakan dua dekade menggelar balapan MotoGP (Stanley Chou/ALLSPORT) Sirkuit sepang tahun ini merayakan dua dekade menggelar balapan MotoGP (Stanley Chou/ALLSPORT)
Jakarta - Menjadi kebanggaan warga Malaysia, Sirkuit Sepang tahun ini merayakan 20 tahun menggelar balap MotoGP. Berikut fakta menarik trek yang jadi favorit banyak rider ini, seperti dikutip dari Ducati.

- 2018 menjadi edisi ke-20 MotoGP digelar di Sirkuit Sepang. Di tahun 1999 trek ini untuk kali pertama menggelar race kelas paling bergengsi di balap motor.

- Sirkuit Sepang merupakan sirkuit pertama yang didesain oleh Hermann Tilke. Dia adalah arsitek yang paling banyak membangun lintasan balap dalam 20 tahun terakhir. Di antara banyak kreasinya, Sepang dianggap menjadi salah satu sirkuit paling disukai pebalap.

- Dengan panjang lintasan 5.543 meter, Sepang menjadi lintasan terpanjang kedua di musim MotoGP 2018 dan hanya kalah dari Silverstone. Sepang merupakan trek dengan karater cepat dan juga teknis.

Sirkuit Sepang pertama menggelar balapan MotoGP pada 1999Sirkuit Sepang pertama menggelar balapan MotoGP pada 1999 Foto: Mark Thompson/Getty Images




- Bersama Montmelo (Catalunya) dan Motegi (Jepang), Sepang menjadi lintasan yang paling menguras kerja rem. Untuk setiap lap, rem dipakai sekitar 37 detik, atau sekitar 30% dari total balapan.

- Pengereman paling keras terjadi di tikungan pertama, di mana kecepatan pebalap turun dari 331 km/jam menjadi 67 km/jam. Jarak pengereman 289 meter selama enam detik.

- Tikungan nomor 6 adalah titik paling lambat, saat rider harus menurunkan kecepatan hingga 60 km/jam.

- Ada enam tikungan di mana motor hanya bisa melaju di bawah 85 km/jam. Kondisi ini sangat kontras dengan dua trek lurus panjang di mana top speed bisa mencapai 300 km/jam.



- Dari enam balapan terakhir di Sirkuit Sepang, tiga di antaranya diganggu hujan, yakni pada 2012, 2016, dan 2017.

- Pada 2012 balapan dihentikan karena banyaknya genangan air di trek. Meski 2/3 balapan belum dituntaskan, saat itu race dinyatakan sudah selesai. (din/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed