detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Kamis, 13 Des 2018 06:25 WIB

Cerita Lorenzo Kehilangan Motivasi di Yamaha

Okdwitya Karina Sari - detikSport
Jorge Lorenzo mengaku pernah kehilangan motivasi di Yamaha. (Foto: Martin Bureau/AFP Photo)
Jakarta - Jorge Lorenzo menjalani dua musim yang rumit bersama Ducati. Pebalap Spanyol itu mengaku memutuskan hengkang ke Ducati usai kehilangan motivasi di Yamaha.

Lorenzo menghabiskan sembilan musim bersama pabrikan Jepang itu sejak menjalani debut di MotoGP pada 2008. Sebanyak tiga titel juara dunia telah dimenangi Lorenzo pada 2010, 2012, dan 2015.

Setelah meraih gelar juara ketiganya, Lorenzo mengikuti jejak Valentino Rossi untuk 'menantang' Ducati. Hasilnya, Lorenzo mengalami kesulitan sehingga gagal sekalipun menang di tahun pertamanya pada 2017.


Tahun kedua Lorenzo berjalan lebih baik usai meraih tiga kemenangan dan sekali finis runner-up. Namun, Lorenzo dijauhi peruntungan setelah jatuh di Aragon. Akibatnya, Lorenzo cedera sehingga mesti absen di empat balapan, sebelum menutup musim dengan finis ke-12 di Valencia yang menandai berakhir sudah kariernya bersama Ducati.


"Kupikir hidup itu selalu tentang tantangan dan semakin baik. Anda selalu harus belajar sesuatu yang baru," ucap Lorenzo kepada BT Sport, yang dikutip Speedweek. "Ada satu waktu di yamaha ketika aku merasa aku tidak belajar apapun yang baru. Karena aku sudah menjadi juara dunia dan telah memenuhi impianku saat masih bocah."

"Aku memenangi juara dunia MotoGP tiga kali dengan Yamaha. Aku tidak melihat ada target yang baru. Ya, dan kemudian aku kehilangan motivasi. Karena aku kehilangan motivasi, jadi aku memutuskan pindah ke Ducati dan pergi di akhir 2016."

Lorenzo kini menjadi pebalap Repsol Honda mulai tahun depan. Lorenzo telah menjajal motor RC213V dengan hasil yang meningkat. Usai finis ke-12 di tes postseason di Valencia, Lorenzo finis kelima di tes Jerez. (rin/mrp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com