Pada MotoGp musim 2018, Ducati menjadi pabrikan dengan jumlah motor di grid terbanyak yaitu delapan. Ini terjadi karena mereka memiliki tiga tim satelit yaitu tim Pramac Racing, Avintia Ducati serta Angel Nieto.
Pabrikan asal Italia ini tercatat menyuplai enam motor untuk pembalap utama dari tiga tim tersebut. Ducati Desmosedici GP16 dan GP 17 untuk pebalap tim Angel Nieto dan Avintia Racing serta Ducati Desmosedici GP17 dan GP 18 untuk pebalap tim Pramac Racing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Ducati juga bakal hanya menggunakan dua motor di musim 2019 yaitu Desmosedici GP18 dan Desmosedici GP19.
Keputusan ini menurut Kepala teknisi tim Ducati, Gigi Dall'Igna bakal sangat menguntung bagi tim yang bermarkas di Bologna tersebut.
"Kami akan memiliki dua motor lebih sedikit, ini disayangkan dari sisi pemasukan karena pasti tim membantu kami dari segi ekonomi," ujar Dall'Igna dilansir dari Autonews.
"Tetapi pada akhirnya kami menyederhanakan sistem karena sampai (akhir) 2018 kami memiliki tiga spesifikasi motor berbeda di grid dan ini tidak mudah untuk dikelola."
"Untuk musim depan kami memiliki tiga pembalap dengan dengan motor 2018 (Desmosedici GP18), serta tiga pembalap lainnya dengan motor 2019 (Desmosdici GP 19).
"Jadi pastinya kita mendapatkan lebih sedikit uang, tetapi kebijakan penyederhanaan ini adalah langkah maju dan saya selalu melihat ada sedikit rasa pesimistis," ungkap pria 52 tahun ini.
Baca juga: Suzuki Semakin Dekat dengan Honda dan Ducati |











































