detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Rabu, 20 Feb 2019 07:24 WIB

Dimas Ekky Jatuh Bangun Sampai Tangan Patah untuk ke Moto2

Yanu Arifin - detikSport
Dimas Ekky akan membalap di Moto2 2019. (Foto: Dok. AHM) Dimas Ekky akan membalap di Moto2 2019. (Foto: Dok. AHM)
Jakarta - Bisa membalap di Moto2 tak mudah digapai Dimas Ekky Pratama. Rider Indonesia itu harus jatuh bangun hingga tangannya patah dan membekas hingga saat ini.

Penantian itu selesai juga untuk Ekky. Ia diberi kesempatan turun di Moto2 bersama Idemitsu Honda Team Asia, setelah empat musim terakhir membalap di CEV FIM Moto2 European Championship.

Ya, Ekky diberi kesempatan membalap di kelas yang cuma satu tingkat di bawah MotoGP. Prestasi ini ia raih di musim kesembilannya berkarier sebagai pebalap profesional.




Pebalap asal Depok, Jawa Barat itu, mengawali kariernya pada 2010 dengan membalap di IRS Supersport 600. Dua tahun berselang, ia tampil di Asia Road Racing Championship kelas Supersports 600. Kariernya melesat dan tiga musim berselang, ia diturunkan Honda di ajang CEV.

Tiga musim di CEV, Ekky meraih dua kali podium tiga yang masing-masing diraih pada musim 2017 dan 2018. Performa stabil itu akhirnya membawa pebalap berusia 27 tahun dikontrak untuk turun di Moto2 2019.

Ekky menjelaskan, tak mudah baginya bisa membalap ke Moto2. Dalam perjalanan kariernya, ia sempat mengalami banyak fase naik turun seperti cedera yang membuatnya absen berbulan-bulan.




"Yang pasti banyak perjuangan, mulai dari cedera yang membutuhkan waktu 6 bulan atau lebih sedikit, itu kan dituntut mental kita kuat apa enggak. Ibaratnya 'kamu mau berhenti apa lanjut lagi? Ini kan sudah di tengah-tengah sungai ibaratnya, kamu harus menyebrang," kata Ekky, dalam perbincangannya dengan detikSport.

"Saya selalu diingatkan kaya gitu. 'Kamu sudah di tengah-tengah, kalau kamu setengah-setengah, ya sudah kamu ganti profesi sekalian, tapi kalau kamu mau, kamu tekad, kamu yakin, kamu jalani aja supaya hasil ini 'gak sia-sia."

"Kalau frustrasi sih 'gak ya, cuma sempat down ketika recovery-nya harus 6 bulan. Pergelangan saya patah, jari patah, itu sih yang agak lama. Sekarang tangan saya juga 'gak bisa bergerak seperti normal lagi, agak nyangkut, terus recovery di pergelangan tangan ini cukup lama karena ada pergerakan buat gas dan rem, itu yang sempat buat down," kenangnya.



(yna/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed