detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Senin, 11 Mar 2019 12:30 WIB

Aero Ducati: Model Teknologinya Lawas, Kini Dipermasalahkan

Yanu Arifin - detikSport
Petrucci menggeber motor Desmosedici GP19 yang terpasang aerodinamika di depan ban belakangnya. (Foto: Mirco Lazzari gp/Getty Images) Petrucci menggeber motor Desmosedici GP19 yang terpasang aerodinamika di depan ban belakangnya. (Foto: Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Jakarta - Seri perdana MotoGP 2019 sudah berlangsung, dengan menyisakan sedikit cerita. Teknologi aero motor Desmosedici GP19 dipermasalahkan.

Seri perdana MotoGP 2019 sudah digeber di Sirkuit Losail, Qatar, Minggu (10/3/2019). Rider Ducati, Andrea Dovizioso, memenangkan balapan itu lewat pertarungan ketat di lintasan dengan pebalap Repsol Honda, Marc Marquez.

Usai race, kemenangan Dovizioso rupanya digugat Suzuki, Honda, KTM, dan Aprilia. Penyebabnya adalah, ada bagian aerodinamika dari motor Dovizioso yang dianggap ilegal.




Di motor Desmosedici GP19, terlihat sebuah komponen aerodinamika yang berada tepat di depan ban belakang, dan terpasang di bawah swing arm motor Ducati. Keempat tim menilai, komponen itu ilegal karena terpisah dari fairing.

Padahal, di sesi latihan bebas ketiga, pebalap Ducati lainnya Danilo Petrucci sudah sempat menjajalnya. FIM kemudian menolak gugatan itu dengan alasan aerodinamika itu terpasang pada swing arm.

Bentuk aerodinamika yang dipasang Ducati, sedianya hampir mirip dengan teknologi penghalau hujan (rain tech) di MotoGP. Model teknologinya cukup lawas.




Sejak 2016, model aerodinamika seperti itu sudah digunakan para pabrikan di MotoGP. Terpasang di bawah swing arm, dan berfungsi untuk melindungi ban belakang.

Bedanya, rain tech digunakan untuk melindungi ban belakang dari aquaplanning atau kondisi ban basah, yang digunakan di trek basah, tidak mendapat traksi pada permukaan trek. Di MotoGP Valencia 2016, teknologi itu terlihat.

Ketika itu, Yamaha, Ducati, dan Honda, menggunakan jenis aerodinamika seperti itu tepat di depan ban belakangnya, untuk membuat cipratan air dari depan tidak mengenai ban belakang secara langsung.

Bahkan Yamaha sempat menggunakannya lagi di Valencia tahun lalu. Terlihat ban belakang YZR-M1 terlindungi dari air hujan, dengan teknologi yang mirip dengan aerodinamika Ducati yang kini dipermasalahkan.


Adapun aerodinamika Ducati yang kini dipermasalahkan, disebut berfungsi untuk mendinginkan ban. Dengan kata lain jenis aeronamikanya sama, namun berbeda fungsinya dengan rain tech.

Hal itu pun sempat disinggung editor Mottomater, David Emmett. Ia menilai bisa saja Ducati terinspirasi dari rain tech yang sedianya sudah lebih dulu dijajal Yamaha.

"Saya mendunga Ducati melihat penangkal hujan Yamaha dan terinpirasi," cuitnya di Twitter.

Yang jelas, masalah ini belum selesai benar. Keempat tim kini mengajukan tuntutan ke MotoGP Court of Appeals untuk menyelesaikan masalah ini. (yna/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed