detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 12 Mar 2019 19:27 WIB

Sebelum Diprotes, Ducati Sudah Diperingatkan soal Komponen Aero

Yanu Arifin - detikSport
Pebalap Ducati Andrea Dovizioso sebelum race Qatar berlangsung. (Foto: Mirco Lazzari gp/Getty Images) Pebalap Ducati Andrea Dovizioso sebelum race Qatar berlangsung. (Foto: Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Doha - Manajer Suzuki, Davide Brivio, mengaku sudah mengingatkan Ducat soal komponen aerodinamikanya yang dianggap ilegal. Itu bahkan dilontarkan sebelum race.

Kemenangan Ducati di MotoGP Qatar, Minggu (10/3/2019) digugat Suzuki, KTM, Aprilia, dan Honda. Ridernya, Andrea Dovizioso, dituding menunggangi motor yang terpasang komponen ilegal.

Komponen ilegal itu dituding keempat tim punya fungsi aerodinamika, yang kemudian dibantah Ducati sebagai alat pendingin ban. Sementara Steward FIM kemudian memutuskan komponen itu legal sebab terpasang pada swing arm.




Brivio menjelaskan, kisruh ini sudah terjadi Ducati memberi Technical Director MotoGP soal inovasinya. Ketika itu, Ducati menjelaskan bahwa komponen yang terpasang di swing arm tersebut punya fungsi mendinginkan ban.

Technical Director pun menyetujuinya dan membuat regulasi teknis pada tanggal 2 dan 5 Maret 2019. Kemudian, para mekanik yang bekerja di Suzuki, Honda, Aprilia, dan KTM mengajukan keberatan.

"Insinyur yang bekerja untuk empat pabrikan (Suzuki, Aprilia, Honda, dan KTM) yang mengajukan protes, yakin bahwa tambahan itu memiliki efek aerodinamis, menghasilkan downforce, dan karenanya bertentangan dengan prinsip-prinsip regulasi," jelas Brivio, sebagaimana dilansir Crash.

Brivio menjelaskan, setelah merasa keberatan, dirinya pun berbicara langsung kepada Ducati untuk menjelaskan poin keberatannya. Dalam kesempatan itu, ia sudah memperingatkan akan protes andai komponen itu tetap digunakan.




"Kami memanggil pertemuan dengan Direktur Teknis untuk meminta penjelasan dan klarifikasi tentang ini. Kami tidak puas dengan jawaban yang diberikan," tambahnya.

"Saya kemudian secara pribadi berbicara dengan Ducati (dan juga beberapa orang lainnya) untuk menyatakan ketidakpuasan kami dengan penjelasan mereka, untuk mengantisipasi adanya keluhan resmi jika mereka masih memutuskan untuk menggunakan perangkat tambahan itu."

"Dan itu akhirnya tetap terjadi; Ducati melengkapi motor balap tiga pembalapnya dengan perangkat tambahan dan kami mengajukan protes. Kami melakukan ini untuk mengklarifikasi situasi untuk selamanya," jelasnya.

Protes empat tim kemudian ditolak FIM. Belum berhenti sampai di situ, Suzuki, Aprilia, KTM, dan Honda kini mengajukan banding ke Pengadilan Banding FIM.


(yna/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com