detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Jumat, 03 Mei 2019 14:42 WIB

Rossi: Rasanya Seperti Sudah 10 Tahun Sejak Kemenangan Terakhirku

Okdwitya Karina Sari - detikSport
Valentino Rossi masih mengejar kemenangan pertamanya sejak 2017. (Foto: Mirco Lazzari gp / Getty Images) Valentino Rossi masih mengejar kemenangan pertamanya sejak 2017. (Foto: Mirco Lazzari gp / Getty Images)
Jerez - Rider Monster Energy Yamaha Valentino Rossi masih berjuang menyudahi dahaga kemenangannya. MotoGP Spanyol akan menjadi kesempatan lain bagi Rossi.

Pebalap Italia itu mengawali MotoGP 2019 dengan positif setelah finis kelima di Qatar, lalu dua kali finis runner-up di Argentina dan Amerika Serikat. Pada seri yang disebut terakhir, Rossi gagal memaksimalkan insiden jatuhnya pimpinan lomba Marc Marquez usai kalah berduel dengan Alex Rins.

Alhasil, Rossi belum berhasil 'buka puasa' kemenangan. Terakhir kali Rossi naik podium tertinggi adalah saat memenangi balapan di Assen, Belanda pada 2017.


Saat ini Rossi menempati peringkat kedua klasemen dengan perolehan 51 poin, tertinggal tiga poin dari Andrea Dovizioso namun unggul dua poin dari Rins [3], dan enam poin dari Marquez [4]. Ketiga pebalap tersebut masing-masing sudah berhasil mengantongi satu kemenangan: Dovi di Qatar, Marquez di Argentina, Rins di Austin.

MotoGP Spanyol akan digelar di Sirkuit Jerez, Minggu (5/5/2019). Rossi berharap bisa memperoleh hasil sebaik mungkin setelah aspal lintasan diperbarui.


"Tiga balapan pertama dimenangi Ducati, Honda, dan Suzuki tapi juga Dovizioso, Marquez, dan Rins. Cuma kurang aku saja nih!" celetuk Rossi dalam konferensi pers jelang balapan, yang dikutip GPOne. "Rasanya sudah 10 tahun sejak kemenangan terakhirku," sambung dia.

"Aku ingin meraih sebanyak mungkin angka di hari Minggu dan memahami apakah peningkatan motor M1 akan berhasil di lintasan ini. Dalam beberapa tahun terakhir, lintasan ini adalah salah satu yang tersulit untuk Yamaha karena justru memperparah masalah kami."

"Sekarang lintasannya dispal lagi, secara teori sih seharusnya daya cengkeramannya lebih besar dan biasanya akan lebih baik untuk M1," simpul juara dunia sembilan kali itu.

(rin/mrp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com