detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Senin, 06 Mei 2019 19:00 WIB

Yang Hebat Marquez atau Motor Honda?

Okdwitya Karina Sari - detikSport
Marc Marquez sulit dihentikan karena tahu cara mengoptimalkan Honda. (Foto: Mirco Lazzari gp/Getty Images) Marc Marquez sulit dihentikan karena tahu cara mengoptimalkan Honda. (Foto: Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Jerez - Kemenangan mulus di Spanyol terus membuat Marc Marquez difavoritkan juara MotoGP tahun ini. Valentino Rossi mengakui Marquez masih akan sulit dihentikan.

Pada MotoGP Spanyol, Minggu (5/5/2019), Rossi finis keenam. Pebalap Monster Energy Yamaha itu terpaut 7,5 detik dari Marquez, yang berhasil finis terdepan tanpa mendapatkan perlawanan berarti.

Alhasil, Rossi melorot ke peringkat ketiga klasemen sementara pebalap dengan perolehan 61 poin, berjarak sembilan poin dari Marquez di puncak. Sekadar informasi, Marquez selalu finis dua besar dalam tiga balapan yang dituntaskan, dua di antaranya menang.


"Kejuaraan masih panjang dan tantangannya sulit, tapi kami berjalan ke arah yang tepat," sahut Rossi dikutip GPOne. "Bagaimanapun, aku tidak sepenuhnya gembira pada hari ini karena aku ingin berjuang untuk podium, dan aku tidak sukses!"

"Memang benar, aku tidak jauh di klasemen, tapi masalah sebenarnya di kompetisi ini adalah Marquez. Kalau dia tidak jatuh di Austin, keunggulan dia akan semakin besar, dan Dovizioso dan Rins juga sangat tangguh. Aku percaya kami bisa bertarung untuk naik podium dan memenangi balapan."

Sejak debut di kelas premier pada 2013, Marquez memenangi lima dari enam musim. Satu-satunya kegagalan Marquez terjadi di 2015, ketika Jorge Lorenzo tampil sebagai juara dunia.


Rossi masih berupaya mengejar titel juara dunia ke-10 atau yang pertama sejak 2009. Namun, Marquez akan lagi-lagi menjadi ganjalan sekaligus tantangan terbesar bagi the Doctor di sisa kejuaraan musim ini. Rossi mengindikasikan dominasi Marquez akan terus berlanjut selama menunggangi Honda.

"Sudah pasti, Marc dan Honda adalah kombinasi sempurna: pebalap terbaik di atas motor terbaik. Kami harus melakukan yang terbaik," lanjut pebalap berusia 40 tahun itu.

"Tak bisa ngomong apa-apa tentang Marc. Anda tidak bisa bilang kalau dia juara karena motornya. Namun, aku memang tidak melihat semua motor Honda mengalami kesulitan."

"Crutchlow naik podium di Qatar, dan bisa saja terulang di Argentina dan Texas tanpa jump start dan insiden jatuh. Aku ingin bilang bahwa Honda bagus, dan Marquez adalah pebalap yang menginterpretasikan Honda dengan cara terbaik," simpul Rossi.


(rin/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed