Di usia 32 tahun, Lorenzo sudah merasakan tiga kali jadi juara dunia MotoGP plus dua kali juara dunia kelas 250cc. Musim ini ia memulai tantangan baru bersama Repsol Honda, setelah turun lintasan dengan mesin Yamaha dan Ducati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu tergantung pada motivasi semua orang, pada cedera-cedera yang Anda alami. Anda tak bisa berpikir jauh ke depan," ujar Lorenzo dikutip GPOne.
"Di usia 23 misalnya, saya bilang ingin berhenti di usia 27 karena saya bakal sudah menghabiskan bertahun-tahun di dunia balap motor ini. Sekarang saya 32 tahun dan masih di sini. Kita harus berpikir tahun per tahun," imbuhnya.
Baca juga: Masa Depan MotoGP: 22 Balapan dalam Semusim |
Satu hal yang pasti, Lorenzo takkan buru-buru menikah selepas pensiun nanti. Ia mau berlibur, berwisata, dan menikmati waktu luangnya lebih dulu.
"Kebebasan dalam hidup itu sangat penting. Semakin Anda mendapatkannya, semakin senang Anda. Anda harus sangat percaya diri sebelum mengambil sebuah langkah penting seperti memulai keluarga atau punya anak," ungkapnya.
"Pastinya itu lebih rumit daripada meneken kontrak untuk menunggangi motor baru. Saat hari-hari balapan saya berakhir, saya ingin menikmati hal-hal yang belum pernah saya lakukan sebelumnya. Seperti keliling dunia, mengetahui restoran-restoran, hotel-hotel, dan pantai-pantai terbaik. Lalu saya memikirkan soal berumah tangga," tandasnya sambil tertawa.











































