detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Senin, 17 Jun 2019 14:18 WIB

'Lorenzo Agresif Karena Ingin Menebus Kesulitan-Kesulitannya'

Okdwitya Karina Sari - detikSport
Jorge Lorenzo sangat agresif sebelum menyebabkan kecelakaan domino di MotoGP Catalunya. (Foto: Albert Gea / Reuters) Jorge Lorenzo sangat agresif sebelum menyebabkan kecelakaan domino di MotoGP Catalunya. (Foto: Albert Gea / Reuters)
Montmelo - Danilo Petrucci menjadi saksi kecelakaan domino di tengah MotoGP Catalunya. Petrucci menduga Jorge Lorenzo amat agresif untuk menebus kesulitan-kesulitannya.

Rider Repsol Honda itu kehilangan kendali sehingga jatuh dan mengenai tiga pebalap lain: Andrea Dovizioso, Maverick Vinales, dan Valentino Rossi. Keempatnya gagal finis, tapi Petrucci diuntungkan karena berhasil naik podium ketiga di Montmelo, Minggu (16/6/2019).

Meski Lorenzo sudah minta maaf, tidak semua pebalap tampak rela menerimanya. Maverick Vinales geram kepada Lorenzo dan menuntut hukuman. Tapi pada prosesnya juara dunia lima kali itu lolos dari sanksi.

Kegagalan tersebut berarti Lorenzo belum bisa membuktikan bahwa komponen baru di motornya bekerja. Petrucci mengira, aksi Lorenzo berhubungan dengan misi pembuktian itu.


"Lorenzo sangat agresif. Kurasa dia ingin melakukan penebusan setelah kesulitan-kesulitan yang dia alami," nilai Petrucci usai balapan dilansir GPOne. "Sebelum tikungan itu, aku memisahkan diri dengan cepat."

"Tapi Valentino melewatiku dan Jorge juga sangat kencang. Aku bilang pada diriku sendiri: kalau mereka bisa menikung, aku akan kembali ke pit dan retire," sambung Petrucci berseloroh.


"Aku sangat menyesal untuk Vinales dan Dovizioso karena mereka tidak bisa apa-apa. Pada akhirnya, insiden itu membantuku, tapi menjadi pukulan buruk untuk tim. Mereka bahagia dengan hasilku, tapi tidak lazim. Aku bisa memahaminya."

Petrucci kini sudah finis tiga besar untuk tiga kalinya beruntun. Kini Petrucci hanya tertinggal lima poin dari Dovizioso, yang menempati peringkat kedua klasemen sementara.

"Tahu tidak apa yang kupikirkan di kantor sebelum balapan? Sebah podium akan serasa seperti sebuah kemenangan. Lebih sulit mendapatkan posisi tiga di sini dibandingkan saat menang di Mugello," cetus dia.

(rin/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com